
PAN Nilai Hatta Rajasa Figur Kuat Presiden 2014

Jakarta, (Antara) - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fitriana Fauzi menilai Hatta Rajasa memiliki modal kuat sebagai figur Presiden RI 2014 karena pengalamannya di dunia politik dan keberhasilannya selama menjabat Menko Perekonomian. Dari semua kandidat capres yang saat ini ada, figur Hatta Rajasa memiliki modal yang kuat untuk menjadi capres pada Pemilu 2014. Hatta memenuhi semua kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia saat ini, kata Intan melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin. Intan mengatakan salah satu keunggulan Hatta yakni keberhasilannya membawa perekonomian Indonesia "on the track" dengan tingkat pertumbuhan diatas negara-negara ASEAN. Bahkan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh diatas enam persen disaat negara ASEAN lainnya terpuruk, ujar dia. Selain itu, Intan yang juga merupakan caleg DPR Dapil Jawa Barat VI, meyakini bahwa tingginya nilai jual Ketua Umum PAN Hatta Rajasa juga terletak pada pengalamannya sebagai pejabat publik sejak awal era reformasi maupun pengalamannya di ranah politik. Menurut dia, pengalaman Hatta di pemerintahan memudahkan Hatta mengelola birokrasi dan menjalankan kepemimpinan nasional. Demikian juga dengan pengalaman politiknya yang panjang akan memudahkannya dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan beragam kekuatan politik lintas partai. Kemampuan Hatta dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan beragam kelompok kepentingan menjadi salah satu daya jual yang tidak dimiliki capres lain. Beragam modal ini tidak dimiliki oleh Capres lainnya, ujar dia. Intan menekankan bahwa Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan negarawan mengingat tantangan yang dihadapi bangsa ke depan sangat berat. Masyarakat harus menggunakan hak politiknya dengan baik sehingga dapat menjadi tiket memilih pemimpin yang mampu membawa kehidupan yang lebih adil dan sejahtera untuk lima tahun mendatang, kata dia. Dia mengatakan Indonesia membutuhkan pemimpin yang mempunyai visi membangun ke depan, serta memiliki rekam jejak yang baik dan teruji integritasnya. Masyarakat jangan salah memilih pemimpin karena terkecoh oleh canggihnya pencitraan. Pemimpin Indonesia yang akan datang harus memiliki berkepribadian matang dan memahami rakyat, selain itu figur pemimpin harus berwawasan strategis dan berpikiran global serta mampu mengakomodir berbagai kepentingan negara maupun dunia, ujar dia. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
