
Ban Bersumpah PBB Tetap di Afghanistan Meski Diserang

Perserikatan Bangsa-Bangsa, AS, (Antara/AFP) - Pemimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon, bersumpah bahwa PBB akan tetap bertahan untuk berkarya di Afghanistan kendati mendapat serangan bunuh diri dari kelompok Taliban yang menewaskan empat staf PBB. Empat korban tesebut adalah bagian dari 13 orang asing dan delapan warga Afghanistan yang meninggal dalam serangan bunuh diri oleh penyerang Taliban yang meledakkan bom di sebuah rumah makan terkenal di Kabul. Ban memberikan penghormatan kepada Basra Hassan, seorang warga negara Amerika Serikat asal Somalia, Nasrin Jamal asal Pakistan, keduanya ahli kesehatan yang bekerja untuk badan anak-anak PBB, Khanjar Wabel Abdallah asal Lebanon dan Vadim Nazarov asal Rusia. "Ini peristiwa menyedihkan lainnya bagi PBB ketika rekan-rekan terhormat kami dibunuh oleh serangan teroris di Kabul," katanya di New York, Sabtu. Sambil mengecam serangan teror ugal-ugalan itu, Ban mengatakan bahwa badan dunia tidak akan terhalang untuk berkarya di Afghanistan, yaitu dalam membantu pemerintah menyelenggarakan pemilu ketika pasukan internasional ditarik mundur. "Pada saat PBB berdukacita bagi para korban atas serangan teroris ini, kami akan terus berkarya untuk perdamaian, stabilitas dan pembangunan di Afghanistan," katanya. "Kami mendukung sepenuhnya transisi di Afghanistan menuju masa depan yang lebih baik dalam perdamaian, pembangunan dan keamanan," tambahnya. Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Samantha Power mengecam serangan yang disebutnya "serangan pengecut". Ia menambahkan dalam pernyataannya bahwa "AS dan masyarakat internasional tidak akan goyah kesepakatannya untuk mendampingi warga Afghanistan." AS sudah berjanji untuk terus memberi bantuan ke Afghanistan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
