Logo Header Antaranews Sumbar

Lembah Anai Macet Total Akibat Luapan Air Terjun

Minggu, 25 November 2012 18:51 WIB
Image Print
Antrean di Lembah Anai

Padangpanjang, Sumbar (ANTARA) - Jalan Lintas Padang - Bukittinggi tepatnya di kawasan Lembah Anai Kabupaten Tanahdatar macet total hingga mencapai radius 3 kilometer, karena luapan air terjun hingga ke badan jalan."Kendaraan belum bisa melintas untuk sementara. Kondisi itu sudah berlangsung sejak pukul 17.30 WIB," kata Salah seorang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia Padangpanjang, Memet di Padangpanjang, Minggu (25/11).Dia mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padangpanjang dan sekitarnya sudah berlangsung sejak pukul 17.00. Kondisi itu membuat air yang mengalir di air terjun Lembah Anai meluap hingga ke badan jalan."Akibatnya, arus kendaraan macet total hingga 3 kilometer arah timur atau dari Kota Bukiitnggi menuju Padang," kata dia.Air terjun yang berwarna kekuning-kuningan itu kata dia, meski meluap ke badan jalan, namun tidak menelan korban jiwa dan harta."Mudah-mudah korban jiwa tidak ada," harapannya.Dia memperkirakan air di air terjun Lembah Anai itu baru bisa surut jika hujan sudah mulai reda atau dengan intensitas rendah."Di perkirakan kendaraan bisa melintasi kawasan itu jika hujan sudah mulai reda," katanya.Sementara salah seorang pengandara kendaraan Josi dari Bausangkar menuju Kota Padangpanjang yang sempat terjebak dengan macet tersebut mengatakan, kondisi itu sudah bisa terjadi di kawasan Lembah Anai jika intensitas hujan tinggi."Kondisi ini sudah sering terjadi jika hujan berintensitas tinggi," kata dia yang melintasi daerah itu dua kali dalam sehari.Kapolres Kota Padangpanjang AKBP Sofyan Hidayat membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengimbau kepada pengandara kendaraan agar selalu mematuhi peraturan lalulintas selama melintas di kawasan Lemabah Anai."Pengandara diharapkan bisa lebih meningkatkan kehati-hatian sembari mematuhi peraturan lalulintas, mengingat curah hujan cukup tinggi saat ini, sehingga bisa terhidar dari kecelakaan," kata dia. (**/ben/wij)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026