
Italia Cemas Atas Keadaan di Libya

Washington, (Antara/AFP) - Menteri Pertahanan Mario Mauro ketika mengunjungi Washington, mengatakan Italia sangat cemas atas kekerasan di Libya dan kemampuan pemerintah itu mengekang milisi setempat. "Kami sangat cemas atas keadaan di Libya, tempat pemerintah berusaha menegakkan kekuasaan atas milisi, yang memerangi pemerintah terdahulu," kata Mauro dalam ceramah di Universitas Johns Hopkins, Senin. Mauro mengatakan pemerintahnya berjanji akan melatih pasukan keamanan di Libya. Italia, Amerika Serikat, Inggris dan Turki telah berjanji akan membangun pasukan keamanan Libya untuk membantu Tripoli menjamin keamanan dan mengawasi perbatasannya. Kendati Arab Spring telah memberikan harapan dan pembaruan pergolakan di Libya, Mesir dan Suriah memberikan dampak pada negara-negara Uni Eropa. "Eropa menikmati keamanan dalam negeri tetapi kami dikelilingi daerah-daerah konflik yang memerlukan perhatian dan intervensi masyarakat internasional," katanya. Mauro mengemukakan hal itu setelah berunding dengan sejawatnya dari AS Chuck Hagel di Pentagon, di mana kedua menteri itu membicarakan aksi kekerasan di Libya, perang saudara di Suriah dan masalah-masalah lain, kata para pejabat. Dalam pertemuan itu, Menteri Pertahanan Hagel memuji tindakan Roma untuk melatih pasukan Libya dan "sumbangan Italia untuk membantu pembangunan di negara-negara demokrasi baru di Timur Tengah dan Afrika Utara," kata satu pernyataan dari juru bicara Hagel, Laksamana Muda John Kirby. Perundingan itu juga menyinggung Afghanistan, tempat Italia berjanji akan menyumbang sejumlah kecil tentara di wilayah barat negara itu setelah tahun 2014. Pasukan NATO akan ditarik dari Afghanistan akhir tahu ini dari Afghanistan tetapi AS dan sekutu-sekutunya telah menawarkan untuk mempertahankan satu kontingen kecil tetap berada di negara itu setelah tahun 2014, menunggu penandatanganan satu perjanjian keamanan dengan Kabul. Hagel dan Mauro membicarakan rencana-rencana untuk menghancurkan senjata-senjata kimia pemerintah Suriah. Zat kimia paling berbahaya dari Suriah itu menurut rencana akan dipindahkan ke satu pelabuhan Italia dan kemudian dipindahkan ke satu kapal AS, yang akan menetralisasi senjata-senjata kimia itu dengan peralatan khusus. Kedua menteri pertahanan itu juga membicarakan peran Roma dalam program jet tempur F-35, kata Pentagon. Mauro mengakui tekanan keuangan dan beberapa penentangan di dalam negeri tetapi mengatakan keinginan kami pada program F-35 adalah sangat terkait dengan kemungkinan untuk meningkatkan pengetahuan dalam teknologi dan riset. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
