
Pengadilan Pakistan Minta Catatan Kesehatan Musharraf

Islamabad, (Antara/AFP) - Pengadilan khusus untuk mengadili mantan penguasa militer Pakistan, Pervez Musharraf, dengan tuduhan melakukan pengkhianatan pada Senin meminta catatan kesehatan yang bersangkutan setelah ia kembali tidak hadir dalam persidangan karena sakit jantung. Tokoh berusia 70 tahun itu dilarikan ke rumah sakit militer pada Kamis setelah jatuh sakit saat dibawa ke pengadilan untuk menghadiri sidang perkara pengkhianatan di pengadilan Islamabad. Musharraf menghabiskan hari kelimanya di Institut Kardiologi Angkatan Bersenjata di Rawalpindi, kota tetangga Islamabad, dan kembali tidak menghadiri persidangan. Sebelumnya pengacaranya mengatakan Musharraf akan hadir. Pengadilan yang dipimpin oleh tiga hakim itu menunda kasus tersebut ke hari Selasa dan meminta agar laporan atas kondisi Musharraf disampaikan untuk menjelaskan ketidakhadiran yang bersangkutan secara terus-menerus dalam persidangan. Pihak Musharraf mengatakan tuduhan melakukan pengkhianatan, yang berhubungan dengan pemberlakuan keadaan darurat pada bulan November 2007, bermotif politik dan pengacaranya telah menolak otoritas pengadilan. Dokter yang merawat Musharraf telah mengirim laporan kesehatan para ahli di Inggris untuk menentukan apakah ia harus diterbangkan ke luar negeri untuk menjalani perawatan. Gangguan kesehatan tiba-tiba dari mantan diktator itu disambut dengan skeptis oleh beberapa pengamat dan spekulasi media yang menyebut jika kepergian yang bersangkutan dari Pakistan karena alasan kesehatan -- mungkin ke Arab Saudi atau Uni Emirat Arab - bisa terjadi dalam waktu dekat. Beberapa pengamat percaya langkah tersebut diperlukan untuk mencegah potensi bentrokan antara pemerintah dan militer yang sangat kuat. Selain dituduh melakukan pengkhianatan, Musharraf juga menghadapi persidangan untuk kasus dugaan pembunuhan mantan perdana menteri Benazir Bhutto, kematian pemimpin gerilyawan, serangan mematikan di sebuah masjid radikal dan penahanan para hakim. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
