Logo Header Antaranews Sumbar

Pengadilan Pakistan Tak Keluarkan Surat Penangkapan Musharraf

Kamis, 2 Januari 2014 21:29 WIB
Image Print

Islamabad, (Antara/Xinhua-OANA) - Pengadilan khusus di Pakistan yang menangani kasus pengkhianatan terhadap presiden militer Pervez Musharraf, memutuskan tidak mengeluarkan surat penangkapan bagi Musharraf kendati ia tidak hadir di pengadilan, Kamis. Pengacara Musharraf sebelumnya mengatakan klien mereka merasa nyeri dada ketika ia dalam perjalanan ke pengadilan dan kemudian dibawa ke rumah sakit militer untuk menjalani pengobatan. Pengadilan tersebut dalam putusannya juga membebaskan Musharraf dari kewajiban hadir di pengadilan pada Kamis dengan alasan kesehatan. Pengadilan itu belakangan menunda proses dengar pendapat sampai Senin. Jaksa Pidana Khusus Akram Sheikh telah meminta pengadilan mengeluarkan surat penangkapan bagi Musharraf sebab ia menghindari kehadiran di pengadilan. Namun pengadilan tidak mengabulkan permintaan tersebut. Musharraf tidak hadir di pengadilan dua kali. Hakim-Kepala Khusus Faisal Arab pada Rabu (1/1) telah memerintahkan Musharraf harus hadir di pengadilan pada Kamis walau apa pun yang terjadi. Hakim itu juga telah mengisyaratkan akan mengeluarkan surat penangkapan kalau Musharraf tidak hadir pada Kamis. Pengacara pembela Musharraf Barrister Saif memberitahu wartawan pengadilan di dalam putusannya tidak mengeluarkan perintah agar kliennya dihadirkan dalam proses pemeriksaan pada 6 Januari, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Namun ia mengatakan semua pengacara pembela akan hadir di pengadilan. Ia menambahkan pengadilan itu tampaknya akan membuat putusan dengan dasar laporan kesehatan Musharraf. Ketika berbicara mengenai kondisi kesehatan mantan presiden tersebut, pengacara itu mengatakan Musharraf masih berada di Intensive Care Unit dan ia mungkin memerlukan antiography. Desas-desus bahwa Musharraf dapat meninggalkan Pakistan untuk menjalani pengobatan di luar negeri mencengkeram negeri itu tak lama setelah ia dibawa ke rumah sakit. Namun Menteri Pertahanan Khwja Asif mengatakan belum ada keputusan yang diambil untuk mengirim Musharraf ke luar negeri. Ia memberitahu media tim pengacara Musharraf secara resmi bisa mendatangi pengadilan jika ia menghadapi masalah kesehatan. Juru Bicara Musharraf Dr. Raza Bokhari mengatakan di dalam pernyataan singkat yang dipasoting di media sosial Musharraf dibawa ke rumah sakit setelah ia sakit. "Kami dapat mengkonfirmasi mantan presiden Musharraf dibawa ke rumah sakit di Rawalpindi, Pakistan, Ia sadar, mengetahui waktu dan tempat dan kini dirawat oleh dokter militer Pakistan," kata juru bicara internasional Jenderal Pervez Musharraf. Beberapa sumber rumah sakit mengatakan para dokter telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan presiden tersebut dan hasilnya bisa diberikan kepada media belakangan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026