Logo Header Antaranews Sumbar

Kapolri: Kendaraan Terbuka Tidak Boleh Angkut Orang

Senin, 30 Desember 2013 17:23 WIB
Image Print
Kapolri Jenderal Polisi Sutarman. (Antara)

Pasuruan, (Antara) - Kapolri Jenderal Polisi Sutarman menegaskan kendaraan dengan bak terbuka tidak boleh digunakan untuk mengangkut orang menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas di Tongas, Probolinggo akhir pekan lalu. "Jika ada kendaraan dengan bak terbuka digunakan untuk mengangkut orang, maka akan kami tindak tegas," katanya saat berada di Pusat Pendidikan Brimob, Watukosek, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin. Ia mengemukakan, tindakan tegas tersebut perlu dilakukan supaya tidak terjadi lagi kecelakaan lalu lintas seperti yang terjadi di Tongas Probolinggo. "Mungkin terjadinya kecelakaan maut yang terjadi di Probolinggo itu pengemudinya tidak mengetahui adanya larangan dari petugas jika kendaraan dengan bak terbuka itu dilarang untuk mengangkut orang," katanya. Ia mengatakan pihaknya juga akan semakin sering memberikan penyuluhan kepada warga masyarakat terkait dengan larangan tersebut. "Kami juga akan terus memerintahkan kepada anggota di lapangan untuk memberikan pelayanan dan juga imbauan kepada warga masyarakat terkait dengan larangan tersebut," katanya. Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Tongas, Probolinggo, antara mobil pikap bernomor polisi B 2625 XCU dan truk bernomor polisi P 8568 UL, Sabtu (28/12). Akibat kejadian itu, 18 orang dinyatakan meninggal dunia dan belasan orang lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Disinggung terkait dengan pengamanan pemilihan umum tahun 2014 mendatang dirinya berupaya keras supaya setiap satu tempat pemungutan suara dijaga oleh seorang anggota kepolisian. "Kami masih berupaya supaya pengamanan pemilihan umum nanti setiap satu tempat pemungutan suara bisa dijaga oleh seorang petugas kepolisian," katanya. Hal itu dilakukan supaya warga masyarakat bisa menjadi lebih tenang dan merasa aman dalam memilih wakil rakyat dan juga Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. "Harapan kami, pada pemilihan umum mendatang tidak terjadi gesekan dan juga konflik yang ada di masyarakat supaya pemilihan umum bisa berjalan dengan lancar dan aman," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026