Logo Header Antaranews Sumbar

KNKT Terus Perkuat Kerja Sama Luar Negeri

Senin, 30 Desember 2013 13:26 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus berupaya memperkuat kerja sama dengan pihak luar negeri meski telah mendapatkan pengakuan atas kinerja investigatornya oleh beberapa negara asing. "Pada tahun 2013 KNKT telah berpartisipasi pada 12 program 'meeting' dan pelatihan internasional," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam jumpa pers akhir tahun 2013 di Aula KNKT, Jakarta, Senin. Tatang memaparkan, sejumlah program yang diikuti KNKT antara lain menghadiri Forum ke-2 International Accident Investigation (IAI) di Singapura, 22-26 April 2013. Ia juga mengemukakan, sejak 2007 hingga 2013, KNKT juga telah membuat nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dengan 4 badan investigasi negara sahabat dan organisasi investigasi internasional. "Secara berlanjut sejak tahun 2007-2013, berbagai hasil monitoring dari mitra tugas di luar negeri terhadap final report melalui website KNKT, ada yang menyatakan tentang meningkatkan usaha perbaikan keselamatan oleh pemerintah Indonesia," katanya. Ia menyatakan, sejumlah organisasi serupa seperti KNKT di berbagai negara, misalnya AAIB-Australia, JTSB-Jepang, CAAC-China, IAC-Rusia, BEA-Prancis, ASB-Australia dan NTSB-Amerika Serikat telah memberikan apresiasi terhadap peningkatan kemampuan dan hasil investigasi KNKT. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap investigator KNKT di dalam melaksanakan "safety investigation" (investigasi keselamatan). "Tingkat kepercayaan ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang," katanya. Sebelumnya, Menhub juga menegaskan agar semua pihak harus mengupayakan agar perhatian terhadap keselamatan menjadi sebuah budaya yang berkelanjutan. "Keselamatan merupakan faktor mendasar yang tidak bisa ditawar dalam penyelenggaraan transportasi," ujarnya. Agar keselamatan tercipta menjadi sebuah budaya yang berkelanjutan, menurut dia, harus ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu perubahan pola pikir yang diikuti dengan sinergi di kalangan semua pemangku kepentingan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026