Logo Header Antaranews Sumbar

Padang siapkan Kelurahan Siaga Tuberkulosis untuk cegah penularan

Kamis, 9 Juli 2026 11:01 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati memberikan paparan terkait program Dokter Warga di Padang. ANTARA/HO-Humas Pemkot Padang

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan program Kelurahan Siaga Tuberkulosis sebagai salah satu upaya dalam mengeliminasi atau mencegah penularan penyakit tersebut.

"Salah satu upaya yang akan dilakukan Dinas Kesehatan Padang ialah membentuk Kelurahan Siaga Tuberkulosis di seluruh wilayah Kecamatan Kuranji," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati di Padang, Kamis.

Melalui Kelurahan Siaga Tuberkulosis, seluruh unsur pemerintahan tingkat kelurahan, personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Bintara Pembina Desa, kader posyandu serta unsur lainnya bekerja sama dengan puskesmas untuk melacak para penderita tuberkulosis.

"Dengan cara ini diharapkan pasien tuberkulosis dapat ditemukan lebih cepat, diobati sampai tuntas dan rantai penularannya dapat diputus," katanya.

Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan pelacakan para penderita tuberkulosis yang belum terdiagnosis masih menjadi tantangan Dinas Kesehatan dalam upaya mengeliminasi penyakit tersebut, khususnya di Kecamatan Kuranji.

"Tantangan utama percepatan eliminasi tuberkulosis di Kecamatan Kuranji bukan lagi pada pengobatan pasien, melainkan upaya menemukan penderita yang belum terdiagnosis," ucap dia.

Dari estimasi 789 kasus tuberkulosis di Kecamatan Kuranji pada 2026, hingga Juni baru sekitar 219 kasus atau 27,8 persen yang berhasil ditemukan. Artinya, masih banyak penderita penyakit tersebut yang belum terjaring, sehingga berpotensi terus menularkan penyakit kepada orang lain.

"Oleh karena itu, upaya skrining dan penjaringan kasus semakin ditingkatkan," kata dia.

Sejauh ini, penanganan terhadap pasien tuberkulosis yang telah ditemukan berjalan dengan baik, karena seluruh pasien mendapatkan pelayanan pengobatan sesuai standar. Namun, keberhasilan eliminasi penyakit menular ini sangat bergantung pada kemampuan menemukan kasus sedini mungkin.

"Tantangan kita sekarang ialah meningkatkan skrining," kata dia.

Ia menyampaikan semakin banyak penderita tuberkulosis dapat ditemukan, akan lebih baik, karena petugas kesehatan bisa memutus mata rantai penyebaran infeksi akibat bakteri mycobacterium tuberculosis tersebut.

"Pasien yang ditemukan segera diobati hingga sembuh dan tidak lagi menjadi sumber penularan di tengah masyarakat," ucapnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026