Logo Header Antaranews Sumbar

Dirut BPJS : Program JKN fondasi ciptakan SDM sehat, produktif dan berdaya saing

Jumat, 3 Juli 2026 09:53 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia hingga posisi 31 Desember 2025.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito dalam Public Expose di Jakarta, Kamis, mengatakan cakupan kepesertaan yang besar tersebut diiringi oleh tingginya pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, Program JKN mencatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan di berbagai wilayah, atau setara dengan lebih dari 1,9 juta pemanfaatan setiap hari.

Pujo menjelaskan bahwa Program JKN bukan sekadar jaminan pembiayaan, melainkan fondasi utama bagi terciptanya sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Untuk mempermudah akses, BPJS Kesehatan secara konsisten memperkuat transformasi digital melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), serta Care Center 165.

Kemudahan akses tersebut diperkuat oleh perluasan jejaring mitra yang mencakup 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Dari sisi keuangan, aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan hingga akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp30,04 triliun, yang mampu memenuhi estimasi pembayaran klaim selama 1,88 bulan.

BPJS Kesehatan juga berhasil mempertahankan tata kelola organisasi yang akuntabel dengan meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, Program JKN memberikan dampak ekonomi nyata dengan berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga mencapai Rp129 triliun.

Selain mendongkrak PDB, program jaminan kesehatan berskala nasional ini juga berhasil menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja baru pada berbagai sektor industri terkait.

Kajian tersebut turut menunjukkan bahwa Program JKN sukses menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan, serta melindungi 16 juta jiwa dari risiko jatuh miskin.

Namun demikian, Pujo menyebut total biaya pelayanan kesehatan tahun 2025 mencapai Rp191,3 triliun, di mana 26,42 persen di antaranya terserap untuk pembiayaan penyakit katastropik.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026