
Padang Pariaman-BPJS Kesehatan perkuat kearifan lokal dongkrak kepesertaan JKN

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat bersama BPJS Kesehatan memperkuat kearifan lokal masyarakat setempat yang bersifat gotong royong yakni 'badoncek' atau sumbangan yang melibatkan para perantau guna mendongkrak kepesertaan warga pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Kami terus berusaha agar Padang Pariaman segera mencapai UHC (Universal Health Coverage), dan salah satu langkah nyata adalah melalui gerakan kepedulian para perantau," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan gerakan peningkatan kepesertaan JKN di Padang Pariaman telah berjalan sekitar dua tahun ini dengan melibatkan para perantau khususnya di Kecamatan IV Koto Aur Malintang.
Selain menggalang dukungan para perantau, lanjutnya Pemkab Padang Pariaman juga mendorong perusahaan melalui dana pertangungjawaban sosial (CSR) untuk ikut membantu pembayaran iuran masyarakat kurang mampu.
Selain itu, kata dia sebanyak 13 donatur dari kalangan dokter dan pengelola klinik secara konsisten juga membantu pembayaran iuran JKN masyarakat kurang mampu sehingga kolaborasi tersebut telah memberikan manfaat terhadap sekitar 2.200 jiwa.
Pihaknya juga mengupayakan pemanfaatan pokok-pokok pikiran anggota DPRD setempat untuk mendukung pembiayaan kepesertaan JKN tersebut.
Di sisi lain, kata dia pemerintah daerah terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan JKN dan pembayaran iuran secara mandiri melalui berbagai media, termasuk baliho dan media sosial.
Bupati menyampaikan pemerintah daerah itu akan terus mengembangkan berbagai sumber pembiayaan untuk memperluas kepesertaan JKN di luar APBD.
Untuk diketahui, BPJS Cabang Padang pada Juni lalu menjalin kerjasama dengan Pemerintah Nagari III Koto Aur Malintang Selatan terkait iuran kepesertaan JKN warga setempat yang dibiayai oleh perantau.
Terpisah, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji mengapresiasi langkah Pemkab Padang Pariaman yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya memperluas kepesertaan JKN.
Menurut dia, tradisi 'badoncek' menunjukkan budaya gotong royong masyarakat dapat dikembangkan menjadi inovasi sosial untuk mendukung keberlangsungan program JKN.
"Kami melihat langsung bagaimana pemerintah daerah, nagari, dan para perantau mampu menghadirkan solusi melalui tradisi 'badoncek' untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Ini adalah inovasi sosial yang sangat baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lainnya," ujarnya.
Ia optimistis kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak tersebut dapat mempercepat pencapaian UHC di Padang Pariaman.
Kepesertaan JKN warga Padang Pariaman hingga 1 Agustus berada pada angka 419.588 atau 91,13 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 460.452 jiwa sehingga yang belum terdaftar mencapai 40.864 jiwa.
Angka kepesertaan tersebut naik signifikan dari Mei 2026 yang hanya 395.496 jiwa atau 85,89 persen dari jumlah penduduk dengan warga yang belum terdaftar mencapai 64.956 jiwa.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
