Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah: Sumbar terima kiriman asap provinsi tetangga

Senin, 24 Agustus 2026 17:59 WIB
Image Print
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi. ANTARA/FathulAbdi

Padang (ANTARA) - Pemerintah Sumatera Barat (Sumbar) menerangkan sejumlah daerah yang posisinya berada di perbatasan provinsi menerima kiriman asap dari provinsi tetangga, kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Tasliatul Fuaddi, Senin.

"Sejumlah kabupaten atau kota di Sumbar berkabut karena mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga," katanya di Padang.

Ia mengatakan daerah-daerah yang terdampak adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Dharmasraya, Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan sebagian wilayah Tanah Datar serta Solok.

Akibatnya jarak pandang di daerah-daerah tersebut mengalami penurunan dibandingkan hari normal, dan juga berdampak pada kualitas udara.

Ia mengatakan meskipun ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) per 23 Agustus masih berada dalam kategori baik hingga sedang, masyarakat tetap diimbau supaya mengenakkan masker saat beraktivitas.

"Kenakan masker dan kurangi aktivitas luar ruangan demi menjaga kesehatan, kita menunggu upaya pemadaman yang tengah dilakukan oleh tim gabungan pemerintah sampai saat ini," katanya.

Kepala Dinas mengatakan bahwa asap yang masuk ke wilayah Sumbar adalah kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan, bukan dari wilayah Sumbar.

Hal itu diketahui dari jumlah titik api di Sumbar yang menurun drastis pada periode 14-23 Agustus dibandingkan periode 1-13 Agustus.

Pada periode 1-13 Agustus titik api tercatat 232 titik, sedangkan 14-23 Agustus jumlah titik api berkurang lebih dari lima puluh persen di angka 103 titik.

"Titik api di wilayah Sumbar mengalami penurunan, namun kabut asap masih terjadi di daerah-daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga," katanya.

Berdasarkan data dari Sipongi Gakkum Kehutanan periode 14-23 Agustus diketahui titik api di wilayah Jambi terpantau sebanyak 1.281 titik, Riau 1.433 titik, dan Sumsel mencapai 4.975 titik.

Sementara untuk Provinsi Bengkulu dan Sumatera Utara terpantau masih terbilang rendah di angka 154 titik dan 214 titik.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026