Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Bukittinggi salurkan santunan kebakaran untuk 15 pelajar dan satu guru

Selasa, 19 Mei 2026 18:53 WIB
Image Print
Korban terdampak musibah kebakaran di Bukittinggi dari kalangan guru dan pelajar mendapatkan santunan yang digalang oleh Keluarga Besar Kependidikan Kota Bukittinggi. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menyerahkan santunan kepada korban musibah kebakaran yang terjadi awal Mei lalu. Bantuan diberikan kepada 15 orang pelajar serta satu guru yang terdampak.

Santunan ini berasal dari Keluarga Besar Kependidikan (KBK) yang merupakan komunitas dari satuan pendidikan baik pegawai instansi sekolah atau dinas, guru serta pelajar se-Bukittinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Albertiusman, Selasa (19/5) mengatakan bantuan yang diserahkan bervariasi, menurut jumlah pelajar atau guru pada satu KK yang menjadi korban kebakaran.

Untuk satu orang korban dalam satu KK, mendapat bantuan Rp 2 juta, dua korban dalam satu KK mendapat bantuan sebesar Rp 3,5 juta dan tiga korban dalam satu KK mendapat santunan Rp 5,3 juta.

"Ada 2 pelajar TK, 9 pelajar SD, 4 pelajar SMP dan satu orang guru yang menjadi korban kebakaran itu. Jadi segenap keluarga besar pendidikan Bukittinggi mengumpulkan donasi untuk membantu korban kebakaran ini," kata Albertiusman.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan, rasa duka yang mendalam atas kebakaran yang terjadi di tiga lokasi pada awal Mei 2026 lalu.

Tiga musibah yang terjadi di hari yang sama dalam waktu yang berdekatan itu, tentu menimbulkan duka bagi keluarga korban dan menyita perhatian warga Bukittinggi pada umumnya, karena hampir tidak ada satupun barang yang bisa diselamatkan.

“Kita tentu berduka atas musibah kebakaran ini. Semoga para korban diberi kesabaran dan ketabahan, serta diganti Allah dengan yang lebih baik tentunya," kata Ibnu.

Pada keluarga korban kebakaran, juga terdapat pelajar yang masih aktif di sejumlah tingkat pendidikan baik SD maupun SMP termasuk gurunya sendiri.

Ada pelajar di Jembes dan Gurun Panjang, serta guru yang jadi korban kebakaran di Bukik Apik.

Wawako melanjutkan, dari musibah itu, guru, murid dan pegawai se Kota Bukittinggi, yang tergabung dalam keluarga besar kependidikan Bukittinggi, mengumpulkan donasi untuk mereka yang menjadi korban kebakaran.

Dana yang terkumpul, dibagi kepada seluruh korban, tergantung jumlah pelajar yang ada dalam satu KK.

“Kita tentu apresiasi langkah dari keluarga besar kependidikan Bukittinggi. Rasa empati dan sosial yang tergerak untuk membantu sesama, menjadi kekuatan bagi para korban. Semoga bermanfaat dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” ujar Wawako.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Kota Bukittinggi pada awal Mei 2026 lalu. 4 unit rumah semi permanen di atas rel kereta api, 10 unit warung diatas rel kereta api di Jalan Hafiz Jalil dan 7 rumah toko (Ruko) di jalan Sutan Syahrir menjadi korban.

Selain itu, empat unit rumah semi permanen di Bukik Apik, juga habis dilalap si jago merah, termasuk satu rumah di kawasan Gurun Panjang.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026