Logo Header Antaranews Sumbar

ASN Pemkot Bukittinggi gelar Tabligh Akbar 1 Muharram bersama pelajar

Kamis, 18 Juni 2026 14:37 WIB
Image Print
Kegiatan peringatan tahun baru hijriah Pemerintah Kota Bukittinggi yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar se-Kota Bukittinggi

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi menggelar Tabligh Akbar menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perwakilan pelajar se-Kota Bukittinggi di Masjid Jami' Tigo Baleh, Rabu (17/6).

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjelaskan Tabligh Akbar ini diselenggarakan Pemerintah Kota Bukittinggi sekaligus memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.

"Momentum peringatan pergantian tahun Islam tahun ini terasa lebih istimewa, karena bertepatan dengan 100 Tahun Jam Gadang. Untuk itu, kami berpesan mari bersama sama untuk menyiapkan generasi gemilang yang paham dengan Adat Basandi Syara' Syara' Basandi Kitabullah," katanya.

Penceramah Ustadz Alber Nasir, dalam tausiyahnya, menyampaikan, Bukittinggi memiliki falsafah, Adat Basandi Syara' Syara' Basandi Kitabullah. Peringatan pergantian tahun baru Hijriyah ini, tentu menjadi salah satu bukti dari implementasi adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK).

Ia menyebut ada tiga kesadaran yang harus dipahami umat Islam dalam menyambut tahun baru Hijriyah.

"Kesadaran pertama yakninya, kesadaran waktu. Dimana ada lapisan waktu sejarah, waktu masyarakat dan waktu individu. Untuk itu, manfaatkan waktu dengan perbanyak ibadah, tingkatkan keimanan, agar tidak menjadi manusia yang merugi," katanya.

Kedua, lanjut Alber Nasir, kesadaran sejarah. Jauh sebelum zaman Nabi Muhammad SAW, tanggal dan tahun Hijriyah atau belum ada, namun, penamaan bulan Islam sudah ada.

Untuk itu, para khalifah sepakat, untuk menentukan tanggal dan tahun hijriyah, mulai dan dihitung mundur dari Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

"Sejarah Islam dan para Nabi, tentu menjadi hal penting dalam mengetahui peradaban dan memperkuat iman kita dalam menjalani kehidupan," katanya.

Ketiga, kesadaran ilahiyah. Peristiwa Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW, memiliki makna mendalam.

"Peristiwa hijrah diawali dengan Isra' Mi'raj itu. Maknanya, setiap proses perubahan kepada kebaikan, akan ada tantangan berat," kata dia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026