Logo Header Antaranews Sumbar

Sestama BNPB: bangunan Huntap dirancang ramah gempa bumi

Jumat, 1 Mei 2026 15:04 WIB
Image Print
Sekretaris Utama BNPB Rustian memegang mikrofon saat meninjau demonstrasi pemasangan Sepablock dari pihak Semen Padang sebelum peletakan batu pertama Hunian Tetap di Desa Sintuk, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumbar. ANTARA/Aadiaat M. S.

Pariaman (ANTARA) - Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian mengatakan bangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi akhir 2025 dirancang ramah terhadap gempa bumi.

"BNPB hadir di tiga siklus bencana, pra, saat, dan pasca. BNPB hadir sampai rehab rekon (rehabilitasi dan rekonstruksi)," kata Rustian saat peletakan batu pembangunan Huntap Mandiri di Desa Sintuk, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) Jumat.

Ia mengatakan Huntap dibangun menggunakan Sepablock atau Semen Padang Bata Interlock dari Semen Padang yang dirancang memiliki ketahanan tinggi dan ramah terhadap gempa bumi.

Sestama menekankan pentingnya spesifikasi bangunan yang ramah gempa tersebut karena wilayah Pariaman khususnya dan Sumbar umumnya memiliki risiko terjadinya kegempaan yang tinggi.

Oleh karena itu, lanjutnya BNPB juga memberikan pendampingan dalam proses pembangunan agar bangunan hunian tersebut tidak saja sesuai dengan spesifikasi namun juga ramah gempa bumi.

"Spesifikasinya sudah dilihat, mudah-mudahan kontruksinya jauh lebih baik lagi," katanya.

Selain Hutap tersebut dibangun kuat, aman, dan ramah gempa, lanjutnya juga pengerjaannya lebih cepat dari pada menggunakan bahan bangunan pada umumnya sehingga pembangunannya dapat selesai kisaran tiga sampai empat minggu.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di daerah itu telah banyak menerima bantuan dari pemerintah pusat khususnya dari BNPB.

"Bantuan stimulan, isi hunian, bantuan rumah rusak ringan dan berat, dan hari ini Huntap Mandiri," kata dia.

Ia mengatakan masih ada lokasi lainnya di Pariaman akan dibangunkan Huntap Mandiri sehingga lokasi saat ini merupakan percontohan penggunaan bahan Sepablock karena penggunaan bahan itu pertama di daerah itu.

Penerima manfaat Huntap di Desa Sintuk, Ermidona (53) mengatakan rumahnya sudah tertimbun longsor sebanyak lima kali sehingga pemerintah setempat melarang menjadikan kawasan itu sebagai lokasi hunian.

"Rusak karena tertimbun longsor sudah lima kali, lalu dibangun kembali, bahkan ada keluarga sampai meninggal dunia," ujar dia.

Ia menyampaikan karena rumahnya kembali tertimbun longsor maka terpaksa dirinya dan keluarga menumpang di salah satu rumah keluarga hingga pemerintah membangunkan rumahnya.




Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026