Logo Header Antaranews Sumbar

Enam kecamatan terdampak bencana di Agam usulkan program padat karya

Selasa, 7 April 2026 15:20 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara bersama Kepala Bidang Produktivitas Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Erianto. ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sebanyak enam kecamatan terdampak bencana di daerah itu telah mengusulkan program padat karya ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

"Sudah ada enam kecamatan terdampak bencana di Agam mengusulkan program padat karya ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Budi Perwira Negara didampingi Kepala Bidang Produktivitas Pelatihan Tenaga Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam Erianto di Lubuk Basung, Selasa.

Ia mengatakan ke enam kecamatan itu yakni, Kecamatan Malalak, Tanjung Raya, Matur, Ampek Koto, Palembayan dan Tanjung Raya.

Usulan tersebut, tambahnya diajukan setiap nagari atau desa di kecamatan tersebut setelah Dinas Perindustrian Perdagangan dan Ketenagakerjaan Agam melakukan jembut bola agar nagari mengusulkan program tersebut melalui https//bizhub.kemenaker.go.id.

Jemput bola ini berdasarkan surat dari Bupati Agam Nomor: 500.15/215/Disperindagnaker 2026 perihal Bantuan Perluasan Kesempatan Kerja Penanggulangan Bencana Banjir 2026 yang ditujukan ke camat.

Surat tersebut menindaklanjuti Surat Direktorat Binas Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI NO: R-3.4/843/PK.03.00/III/2026 tentang Informasi Bantuan Perluasan Kesempatan Kerja Penanggulangan Bencana Banjir di Sumatera 2026.

"Ada dua program dari Kementerian Ketenagakerjaan berupa padat karya dan tenaga kerja mandiri pemula bagi daerah terdampak dan pendaftaran dibuka pada 13 Maret-9 April 2026. Pendaftaran melalui https//bizhub.kemenaker.go.id," katanya.

Ia menambahkan program padat karya berupa rebat beton, pembangunan saluran irigasi, dam parit dan lainnya dengan dana setiap kegiatan Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan sebesar Rp60 juta dan 40 juta upah tenaga kerja untuk 30 orang dari warga yang terdampak.

"Upah tersebut dengan pekerjaan selama 12 hari dan tenaga kerja diutamakan warga terdampak dalam membuka lapangan pekerjaan bagi mereka," katanya.

Untuk tenaga kerja mandiri pemula, tambahnya diusulkan oleh masing-masing pelaku usaha yang terdampak bencana untuk modal usaha.

Bantuan tersebut Rp5 juta per orang untuk modal modal usaha perdagangan, pertanian, perikanan, perbengkelang, pangkas rambut dan lainnya .

"Syarat mengusulkan bantuan modal ini harus ada surat dari pemerintah nagari yang menyatakan bahwa warga terdampak bencana. Setelah diusulkan, maka bakal diseleksi oleh Kementerian Ketenagakerjaan," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026