
Presiden Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Najib

Jakarta, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Istana Merdeka Jakarta, Kamis. PM Najib Razak diterima Presiden Yudhoyono pukul 10.00 WIB di Istana Merdeka Jakarta, didampingi oleh sejumlah menteri antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendagri Gamawan Fauzi pada menteri lainnya, Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman dan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko. Presiden dan PM Malaysia kemudian melakukan pertemuan empat mata dan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara. Kunjungan PM Najib ke Jakarta kali ini terkait dengan pertemuan konsultasi pemimpin kedua negara yang dilaksanakan setiap tahun. "Pertemuan Tahunan merupakan cerminan komitmen kedua negara untuk memastikan kerja sama yang tengah berjalan dan arah kerja sama ke depan tetap sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan (on-track). Selain itu, pertemuan ini juga berfungsi sebagai mekanisme evaluasi kemajuan perkembangan kerja sama kedua negara dalam kerangka bilateral, regional dan global," kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam keterangan pers tertulis yang diterima sebelumnya. Dalam Pertemuan Tahunan kali ini, terkait dengan kerja sama bilateral, antara lain akan dibahas mengenai kerja sama ekonomi dan investasi; kerja sama hukum dan kekonsuleran, termasuk isu perlindungan WNI; isu perbatasan; kerja sama pertahanan; serta hubungan antara masyarakat. "Pertemuan Tahunan Indonesia-Malaysia merupakan wahana untuk meninjau berbagai kemajuan atas kesepakatan yang dicapai kedua negara dari pertemuan tahunan sebelumnya. Dengan demikian, apabila terdapat tantangan yang harus diatasi, kedua kepala pemerintahan dapat segera memberikan arahan-arahan kepada jajaran pemerintahan di masing-masing negara," papar Faizasyah. Ia menambahkan,"dalam usianya yang ke-10, pertemuan ini terbukti efektif dalam memastikan adanya kesinambungan kemajuan kerja sama bilateral di antara kedua negara di berbagai sektor. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
