Logo Header Antaranews Sumbar

100 KK mengungsi dampak banjir di Agam sudah kembali ke rumahnya

Kamis, 2 April 2026 12:49 WIB
Image Print
Ratusan warga Jorong Labuah, Nagari (Desa) Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam sedang mengungsi ke rumah keluarga usai banjir melanda daerah mereka, Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO/BPBD Agam

Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyatakan sebanyak 100 kepala keluarga yang mengungsi dampak banjir melanda Jorong Labuah, Nagari (Desa) Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, sudah kembali ke rumahnya, Kamis pagi.

"100 kepala keluarga sudah kembali ke rumahnya setelah banjir sudah menyusut pada Kamis (2/4) pagi," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan ke 100 kepala keluarga dengan 300 jiwa tersebut mengungsi ke rumah warga dan keluarga setelah banjir melanda daerah itu akibat curah hujan cukup tinggi, Rabu (1/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Mereka mengungsi setelah air sungai batang kumayo meluap setelah badan sungai terjadi pendangkalan dampak banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025.

"Ini merupakan bencana banjir berulang apabila curah hujan cukup tinggi, setelah badan sungai terjadi pendangkalan," katanya.

Ia menambahkan banjir merendam sebanyak 10 unit rumah warga dengan ketinggian mencapai 50 centimeter.

Banjir juga menjebol dinding TK Labuah, Kecamatan Tanjung Raya, sehingga mengalami rusak ringan.

Untuk antisipasi banjir susulan, tambahnya Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang telah melakukan normalisasi sungai akhir 2025.

Namun normalisasi tersebut hanya bersifat sementara, karena apabila curah hujan cukup tinggi maka material berbatuan bakal turun, sehingga sungai kembali terjadi pendangkalan.

Untuk itu, Pemkab Agam mengusulkan pembangunan sabo dam di hulu sungai tersebut, agar material tidak turun dan daerah sepanjang sungai aman dari banjir.

"Kita telah mengusulkan pembangunan sabo dam ke Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026