Logo Header Antaranews Sumbar

ASDP Bakauheni layani 1,1 juta penumpang pada angkutan Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 20:20 WIB
Image Print
Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Lasse, bersama jajaran direksi saat menggelar konferensi pers di dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu. (ANTARA/Riadi Gunawan)

Lampung Selatan (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat telah memberangkatkan 1.148.252 orang selama angkutan Lebaran 2026, pada lintas Sumatera-Jawa, terhitung sejak H-10 hingga H+6 hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktur Operasional dan Transformasi ASDP Rio Lasse, di Bakauheni, Minggu, menyatakan meski terdapat lonjakan saat puncak arus balik, pihaknya memastikan angkutan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lancar.

“Dari H-10 sampai H+6, total penumpang yang dilayani adalah sebanyak 1.148.252 orang, jumlah itu naik 2,5 persen dari tahun lalu,” kata dia.

Sementara itu, dirinya menjelaskan total kendaraan tercatat 275.622 unit, atau naik 4,6 persen dibanding tahun sebelumnya, hal ini mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat sekaligus efektivitas pengelolaan operasional penyeberangan nasional.

“Kemudian untuk kendaraan, 275.622 unit ini naik 4,6 persen dari tahun 2025 dengan periode yang sama,” katanya.

Dia juga menerangkan, untuk jumlah pemudik yang sudah kembali ke lintasan Sumatera-Jawa sampai dengan H+6 pukul 23.59 WIB, sebanyak 713.702 orang.

“Jumlah ini baru 79 persen dari total trafik arus mudik. Sehingga sisa penumpang yang belum kembali adalah 185.162 orang,” ucap dia.

Kemudian, kata Rio untuk kendaraan pemudik yang sudah kembali ke pulau Jawa sebanyak 185.231 unit atau 77 persen dari total trafik arus mudik, sehingga total kendaraan yang belum kembali adalah 54.689 unit.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga kelancaran arus berangkat dan balik libur Lebaran 2026.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi yang solid serta terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sinergi lintas sektor tersebut memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, pengelolaan arus yang adaptif, serta penanganan dinamika lapangan secara efektif, sehingga layanan penyeberangan dapat berjalan stabil sepanjang periode libur panjang.



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026