
Iran Protes Gerakan Anti-Teheran AS

Teheran, (Antara/IRNA-0ANA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marziyeh Afkham, Selasa (17/12), mengatakan Iran telah menyampaikan kepada Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terkait ketidaksenangannya atas gerakan anti-Teheran baru-baru ini. Pada 12 Desember, Departemen Keuangan AS memasukkan dalam daftar hitam perusahaan-perusahaan tambahan dan individu untuk memberikan dukungan bagi program energi nuklir Iran. "Ketidaksenangan Teheran atas perkembangan baru-baru ini disampaikan kepada Menteri Luar Negeri AS John Kerry oleh Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif dalam percakapan telepon," kata Afkham kepada wartawan dalam dan luar negeri dalam konferensi pers mingguannya. Mencatat bahwa kontak itu dibuat oleh Kerry, dia mengatakan bahwa pembicaraan rinci mengenai pelaksanaan rencana aksi bersama dan perkembangan pekan lalu. Mengacu pada percakapan telepon 4 Desember antara Zarif dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton, ia mencatat bahwa "melakukan kontak seperti itu benar-benar normal dalam proses kerja." Seorang anggota parlemen senior Iran pada Ahad menekankan bahwa langkah Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran sekali lagi membuktikan bahwa Washington tidak dapat dipercaya. Mansour Haqiqatpour, Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis (Parlemen), membuat pernyataan itu ketika berbicara dengan Kantor Berita resmi IRNA. Departemen Keuangan AS pada Kamis mendaftar-hitamkan beberapa perusahaan dan orang-orang tambahan untuk mencegah Iran memperoleh teknologi nuklir. Para pengulas dan beberapa pejabat asing percaya bahwa langkah anti-Iran ini adalah ancaman serius bagi Iran-5+1 yang mencapai kesepakatan nuklir baru-baru ini di Jenewa. Gerakan-gerakan anti-Iran membuktikan bahwa para pejabat AS tidak setia dan tidak menepati janji mereka, kata Haqiqatpour. Dia lebih lanjut menekankan bahwa sanksi-sanksi baru tertentu akan berdampak negatif terhadap kesepakatan Jenewa. Penambahan daftar hitam AS terhadap perusahaan-perusahaan dan individu Iran menurut kesepakatan Jenewa 5+1 adalah komitmen tidak hanya untuk menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Iran, tetapi juga untuk mengangkat bagian-bagian dari pembatasan-pembatasan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
