Wali Kota: Lebaran momen perantau sumbangkan pikiran bangun daerah

id Ramlan nurmatias, wali kota Bukittinggi, efisiensi anggaran,Perantau Minang, momen lebaran, bangun daerah, kota wisata

Wali Kota: Lebaran momen perantau sumbangkan pikiran bangun daerah

Wali Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ramlan Nurmatias (kiri) bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis (kanan) saat diwawancarai di Kota Bukittinggi, Senin (31/3/2025). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Kota Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Ramlan Nurmatias mengatakan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah merupakan momentum yang tepat bagi perantau Ranah Minang untuk menyumbangkan pemikiran dan kontribusi lainnya demi membangun serta memajukan kota.

"Sebagai kota wisata dan banyak perantau yang pulang kampung, kami mengucapkan selamat datang dan mari kita bangun bersama Kota Bukittinggi ini," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Wirabraja, Kota Bukittinggi, Senin.

Ramlan mengatakan pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri untuk terus memajukan dan mengembangkan pariwisata di Kota Bukittinggi. Oleh sebab itu, peran para perantau dan masyarakat di ranah sangat dibutuhkan.

Sumbangsih pemikiran dan kontribusi lainnya adalah cara terbaik memajukan daerah dari sisi ekonomi, sosial, budaya, pariwisata dan lainnya.

"Kita butuh pemikiran-pemikiran dari banyak pihak dan mari kita wakafkan diri untuk memajukan Kota Bukittinggi," ajak Wali Kota Bukittinggi.

Pada kesempatan itu, Ramlan menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir menyusul kebijakan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran yang berdampak pada seluruh daerah. Sebab, sebagai kota wisata ia menyakini Bukittinggi tetap bisa maju dengan memprioritaskan program unggulan.

Kemudian, dalam menyiasati pemangkasan anggaran, Ramlan mengatakan pemanfaatan bantuan pihak lain seperti dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) juga bisa dimanfaatkan dengan baik guna menunjang pembangunan Bukittinggi.

"Jadi jangan takut adanya efisiensi anggaran. Sebagai contoh saja, pengecatan Jam Gadang beberapa waktu lalu, Kota Bukittinggi mengandalkan bantuan dana CSR," ujar dia.

Terakhir, selain membidik dana CSR, Pemerintah Kota Bukittinggi juga mengupayakan penguatan relasi dengan anggota DPR RI, DPD, pemerintah pusat hingga pengusaha untuk secara bersama-sama membangun kota itu.

"Dan satu lagi, pemerintah boleh saja menerima bantuan dari pihak ketiga asalkan tidak mengikat," ujarnya.