
Belum sempurna, jalur alternatif Malalak belum ideal untuk dilintasi saat libur lebaran

Kota Padang (ANTARA) - Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan Jalan Malalak di Kabupaten Agam belum ideal untuk dilintasi kendaraan saat libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Jalan ini memang sudah tersambung namun kondisinya masih belum ideal untuk lalu lintas karena ada beberapa titik yang masih rawan longsor terutama jika curah hujan tinggi," kata Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi di Kota Padang, Minggu.
Untuk memastikan apakah ruas jalan tersebut bisa dilintasi atau tidak saat libur Lebaran, BPJN akan melakukan asesmen bersama kepolisian dan dinas terkait. Hal ini ditujukan demi memastikan faktor keamanan dan keselamatan masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Hutama Karya dan BPJN Sumbar terus mengebut dan menyelesaikan perbaikan ruas Jalan Malalak yang sempat putus total akibat dihantam banjir bandang di akhir November 2025.
Saat ini jalan yang diprakarsai era Gubernur Gamawan Fauzi tersebut sudah terhubung atau fungsional. Jalan alternatif Kota Padang-Kota Bukittinggi itu juga sudah bisa bisa dilewati kendaraan roda dua namun belum dibuka untuk umum.
Elsa Putra menjelaskan di awal-awal bencana terjadi terdapat sekitar delapan kilometer ruas jalan yang tidak bisa dilalui karena tertimbun material longsor, sebagian badan jalan terban hingga putus total. Untuk kondisi terparah berada di kilometer 82 dimana sekitar 150 meter jalan putus total.
Secara keseluruhan BPJN mengestimasikan perbaikan Jalan Malalak rampung pada Desember 2026 dimana saat ini pengerjaan fisik baru delapan persen. Salah satu hal mendesak yang segera dikerjakan ialah pembangunan jembatan di kilometer 82.
Terakhir, ia menegaskan Jalan Malalak belum dibuka untuk umum karena proses pengerjaan fisik hingga kini masih berlangsung. Selain itu, kondisi jalan juga menjadi cukup rawan terutama saat musim hujan.
"Secara resmi ini belum dibuka untuk umum. Selain masih banyak alat berat yang beroperasi, kondisi jalan juga masih rawan," kata dia.
Terpisah, Pelaksana Lapangan Hutama Karya Infrastruktur Subiantoro menegaskan Jalan Malalak belum dibuka untuk umum meskipun sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua pascabencana banjir bandang.
Namun, khusus bagi masyarakat Malalak yang ingin bertolak ke arah Balingka atau sebaliknya bisa melintasi jalan tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Salah satu pertimbangan HKI membolehkan masyarakat lokal melintasi jalan itu ialah faktor jarak.
Jalan tersebut hanya dapat dilintasi saat pekerja sedang beristirahat yakni pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, atau setelah alat berat tidak lagi beroperasi yakni pukul 17.00 WIB hingga sebelum pukul 08.00 WIB.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
