Logo Header Antaranews Sumbar

Pembangunan sado dam Gunung Marapi libatkan tenaga kerja lokal

Kamis, 5 Maret 2026 20:34 WIB
Image Print
Menteri PU Dody Hanggodo mendengarkan penjelasan tentang rencana pembangunan sabo dam di Kabupaten Tanah Datar, Selasa (3/3/2026). Antara/Fandi Yogari

Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan sabo dam Gunung Marapi di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) ibatkan tenaga kerja lokal agar dapat memberikan manfaat ekonomi langsung pada masyarakat setempat.

"Proses pembangunan sado dam ini senantiasa menggunakan material dan tenaga kerja setempat," kata Menteri PU Dody Hanggodo di Kabupaten Tanah Datar, Selasa.

Menteri PU mengatakan hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo manakala Kementerian PU mengerjakan pembangunan apapun, maka masyarakat lokal tidak boleh hanya sebagai penonton melainkan wajib turut berpartisipasi aktif.

"Jadi kami berharap nanti masyarakat dapat turut terlibat dalam proses pembangunan sabo dam tersebut," ujarnya.

Secara umum dalam rencana induk, terdapat 56 unit sabo dam yang akan dibangun pada 24 sungai yang hulunya berada di Gunung Marapi. Hal tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat daerah dari risiko kebencanaan.

Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan pembangunan sabo dam tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat, sejak dua tahun terakhir atau pascabencana banjir lahar dingin Gunung Marapi.

Menurut Eka Putra, pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan lebih dari 30 sabo dam, dan telah direalisasikan sebanyak lima sabo dam oleh pemerintah pusat.

"Hari ini telah direalisasikan lima sabo dam termasuk tiga unit di Batang Malana dengan dua di antaranya memiliki jembatan," ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan sabo dam di beberapa aliran sungai lainnya di antaranya Batang Malalo, Batang Baiang, Lembang, Batang Muaro Ampuah, Batang Muaro Samuik, Batang Sumpur, Batang Limo Kambing, Batang Sungai Rayo, Batang Sungai Kincia, Batang Muaro Ambius dan lainnya.



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026