Logo Header Antaranews Sumbar

Gunung Marapi Sumbar erupsi, semburkan kolom abu setinggi 2.000 meter

Sabtu, 30 Mei 2026 09:22 WIB
Image Print
Gunung Marapi di Sumatera Barat erupsi dengan tinggi letusan mencapai 2.000 meter, terlihat jelas dari arah Kabupaten Agam dengan hembusan mengarah ke arah timur laut. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali dilaporkan mengalami erupsi pada Sabtu (30/5) pada pukul 08:42 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi mencatat tinggi kolom abu teramati mencapai 2.000 meter di atas puncak.

Kolom abu berintensitas tebal tersebut berwarna kelabu dan dilaporkan bergerak condong ke arah timur laut atau ke Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Limapuluh Kota.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sementara ini sekitar 1 menit 25 detik," tulis PVMBG dalam keterangan resminya.

Hingga laporan tersebut diturunkan, aktivitas vulkanik di gunung tersebut dikabarkan masih terus berlangsung.

Gunung Marapi masih bertahan pada Status Level II (Waspada). Menanggapi aktivitas terbaru ini, pihak PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat demi menjaga keselamatan bersama.

Masyarakat di sekitar kawasan, termasuk para pendaki, pengunjung, dan wisatawan, dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi, yakni Kawah Verbeek.

Selain ancaman langsung dari kawah, warga yang bermukim di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Potensi ancaman bahaya lahar dingin dinilai cukup tinggi, terutama jika wilayah puncak diguyur hujan lebat.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari risiko Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan, di samping upaya warga untuk mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap rumah dari timbunan abu tebal agar tidak roboh.

Pihak berwenang turut meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas, tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, serta tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks terkait kondisi Gunung Marapi.

Saat ini, Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam terus melakukan koordinasi intensif dengan PGA Marapi di Bukittinggi untuk memantau perkembangan situasi terkini secara real-time.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026