Logo Header Antaranews Sumbar

1.173 korban bencana hidrometeorologi di Padang Pariaman terima BSSE dari pemerintah

Minggu, 1 Maret 2026 12:41 WIB
Image Print
Bupati Padang Pariaman, Sumbar (kiri) secara simbolis menyalurkan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi 2026 dari pemerintah pusat. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman 

Parik Malintang (ANTARA) - Sebanyak 1.173 korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat mendapatkan Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Tahun 2026 dari pemerintah pusat yang penyaluran secara simbolisnya dilaksanakan pada Sabtu (28/2).

"Bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga stimulus agar masyarakat semakin berdaya pasca mengalami bencana," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Minggu.

Ia mengatakan program BSSE yang baru diluncurkan di tingkat Padang Pariaman tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah pusat dalam membantu masyarakat bangkit dan kembali produktif apalagi daerah itu baru saja ditimpa musibah bencana.

Ia menyebutkan setiap keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp8 juta yang terdiri dari stimulus ekonomi Rp5 juta dan bantuan isian hunian sebesar Rp3 juta.

"Rp3 juta ini dapat KPM gunakan untuk beli perabotan rumah tangga yang hanyut atau rusak karena bencana," katanya.

John berharap BSSE tersebut dapat menjadi modal untuk memulai atau memperkuat usaha kecil keluarga sehingga perekonomian mereka dapat kembali bangkit dan tanguh pasca mengalami bencana.

"Diharapkan dapat membantu memperkuat usaha keluarga sekaligus mendukung kebutuhan dasar rumah tangga," katanya.

Ia menyampaikan untuk penyaluran bantuan tersebut pemerintah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia Cabang Pariaman agar proses distribusi berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran.

John meminta KPM tersebut untuk dapat menggunakan bantuan yang diberikan pemerintah dipergunakan secara bijak agar perekonomian keluarga dapat kembali bangkit pascabencana.

Ia mengapresiasi para korban bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu karena memiliki solidaritas dan kelompokan yang tinggi sehingga menghadapi cobaan bencana banjir yang kondisinya belum pernah terjadi sebelumnya.

"Mari berdoa, mudah-mudahan tidak ada lagi bencana menimpa," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026