Logo Header Antaranews Sumbar

Baznas Padang Panjang salurkan Rp545,7 juta zakat untuk 282 Mustahik

Sabtu, 21 Februari 2026 16:43 WIB
Image Print
545 juta lebih zakat yang disalurkan Baznas Kota Padang Panjang berupa program zakat Padang Panjang Makmur, Padang Panjang Cerdas, Padang Panjang Sehat Padang Panjang Peduli, Anak Didik Binaan Baznas dan CSR Wardah untuk 18 mustahik. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat menyalurkan zakat sebesar Rp545.731.000 kepada 282 mustahik melalui berbagai program unggulan.

Ketua Baznas Kota Padang Panjang, Novi Hendri, mengatakan penyaluran zakat difokuskan pada sektor ekonomi produktif, pendidikan, dan kesehatan. Untuk program Padang Panjang Sehat, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan biaya pengobatan rutin ke luar daerah seperti Padang dan Bukittinggi.

“Sampai saat ini masih ada proposal yang belum terealisasi. Namun, kami tetap melakukan survei terlebih dahulu agar zakat yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan mustahik. Penyaluran dilakukan secara bertahap,” ujar Novi Hendri saat prosesi penyerahan zakat di Masjid Agung Manarul 'Ilmi Islamic Centre.

Ia juga mengapresiasi para muzakki, terutama ASN, jajaran Kemenag, serta para donatur yang telah mempercayakan penyaluran zakat melalui Baznas. Menurutnya, pengelolaan zakat yang akuntabel dan berorientasi pada pemberdayaan diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik dalam jangka panjang.

“Harapannya, mustahik yang hari ini menerima bantuan, ke depan bisa menjadi muzakki,” katanya.

Total zakat Rp545.731.000 tersebut disalurkan melalui beberapa program, yakni Padang Panjang Makmur untuk 202 mustahik, Padang Panjang Cerdas 33 mustahik, Padang Panjang Sehat 15 mustahik, Padang Panjang Peduli 4 mustahik, Anak Didik Binaan Baznas 10 mustahik, serta CSR Wardah untuk 18 mustahik.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, menyebut zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun kemandirian umat.

“Ketika dikelola secara profesional dan transparan, zakat mampu menjadi solusi dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Zakat adalah perwujudan solidaritas sosial yang nyata,” ujarnya.

Menurut Allex, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi daerah yang religius, berdaya saing, dan sejahtera. Pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan aspek sosial dan spiritual. (*)



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026