
Polda Metro Jaya bergerak cepat tangani banjir di Kebon Pala Jaktim

Jakarta (ANTARA) - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya bergerak cepat menangani banjir di Kebon Pala, Jakarta Timur (Jaktim), dengan menyambangi lokasi banjir dan membantu warga terdampak.
"Sejak pagi, Tim SAR Ditpolairud turun ke lokasi dan melakukan aksi cepat membantu warga terdampak," kata Dirpolairud Polda Metro Jaya Kombes Pol Mustofa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan petugas telah mengevakuasi bayi dan memindahkannya ke tempat yang lebih aman. Selain itu, petugas juga membantu warga mengamankan sepeda motor agar tidak terendam banjir lebih dalam.
Dia menyebutkan tim mengerahkan dua unit perahu karet, satu unit skiff boat, tiga mesin tempel, serta perlengkapan keselamatan, seperti life jacket dan ring buoy untuk mendukung proses evakuasi.
“Personel kami langsung turun dan melakukan evakuasi warga serta membantu mengamankan barang-barang berharga milik masyarakat. Kami pastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan saat masyarakat membutuhkan,” ujar Mustofa.
Saat ini, kata dia, personel masih berada di lokasi banjir tersebut untuk membantu warga dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air.
Seperti diketahui, hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang Kamis (19/2) malam membuat permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur, terendam banjir sekitar satu meter.
"Pagi ini, pukul 09.00 WIB, sekarang air sudah mencapai 100 sentimeter, udah satu meter," kata Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu Sanusi di Jakarta Timur, Jumat.
Dia menyebutkan air mulai naik sejak sekitar pukul 02.00 WIB. Ketinggian air terus bertambah hingga Jumat pagi dan merendam rumah-rumah warga yang berada di wilayah rendah.
"Air mulai naik jam dua pagi tadi, dari sebelumnya sekitar 50 sentimeter, sekarang naik terus sudah satu meter," ujar Sanusi.
Banjir setinggi satu meter itu merendam perabotan rumah tangga, kendaraan, serta memutus akses jalan lingkungan.
Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu aktivitas warga. Sejumlah akses jalan lingkungan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pewarta: Ilham Kausar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
