
Bantuan sarana air bersih Kemenhut di Palembayan sudah mengalir ke 162 KK

Lubukbasung (ANTARA) - Bantuan pipanisasi sarana air bersih dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di daerah terdampak bencana hidrometeorologi Jorong Gumarang I, Nagari atau Desa Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sudah mengalir ke rumah warga setempat.
Air bersih tersebut sudah dimanfaatkan 162 kepala keluarga di daerah itu, sehingga mereka tidak kesulitan lagi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Pengurus Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Gumarang I, Nofriadi di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan air bersih sudah mengalir ke 162 kepala keluarga semenjak beberapa Minggu lalu.
"Air sudah mulai normal sampai ke rumah warga setelah pipa jaringan bantuan dari Kemenhut dipasang pengurus beserta warga setempat," katanya.
Ia mengucapkan terimakasih kepada Kemenhut yang telah memberikan bantuan pipa paralon dan tendon atau penampungan.
Pipa yang dibantu tersebut digunakan untuk penyambungan jaringan air Pamsimas yang rusak dampak bencana banjir bandang 27 November 2025.
Banjir bandang tersebut, tambahnya, merusak intek air atau bak penampung dihulu sungai dan termasuk jaringan yang terputus sekitar 350 meter.
"Alhamdulillah kita dapat bantuan dari Kemenhut dan langsung dipasang. Khusus untuk tendon, kita gunakan untuk penganti intek," katanya.
Sementara Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan Kementerian Kehutanan Suharyono menambahkan pipanisasi yang dibantu untuk Agam tersebar di 10 nagari terdampak banjir bandang yang merusak sumber air, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.
"Hari ini Jumat (30/1), kita memeriksa salah satu nagari yang mendapatkan bantuan setelah air mati total dampak banjir bandang. Alhamdulillah air bersih sudah mengalir dan telah dinikmati oleh 162 kepala keluarga," katanya.
Selain membantu pipanisasi, program di Agam berupa penanaman bibit pohon di daerah terdampak dengan target 75 hektare.
Ini merupakan salah satu program Kemenhut dalam rangka Sumatera Bangkit.
Dari Kemenhut mendukung bisa mengadakan air bersih di daerah terdampak bencana dengan melakukan pengadaan pipanisasi, sumur bor dan upaya penanaman bibit pohon di wilayah mata air dan sumber air atau program imbuhan air.
"Ini bukti nyata dari kita dalam mendukung program Sumatera Bangkit, khususnya daerah terdampak," katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
