Logo Header Antaranews Sumbar

Bupati: Agam segera bangkit pascabencana berkat dukungan pemerintah pusat

Sabtu, 24 Januari 2026 18:44 WIB
Image Print
Bupati Agam Benni Warlis sedang memberikan kata sambutan dihadapan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan lainnya saat peresmian hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Bupati Agam, Sumatera Barat menyatakan kabupaten tersebut segera bangkit dari bencana melanda daerah itu, berkat dukungan dari pemerintah pusat sangat besar dalam penanganan dampak bencana.

"Dukungan pemerintah pusat cukup tinggi dalam penanganan bencana melanda daerah itu baik moril maupun materil," kata Benni Warlis di Lubuk Basung dihadapan para menteri saat peresmian hunian sementara di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1).

Menteri yang hadir yakni, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan lainnya.

Ia mengatakan dukungan pemerintah pusat dengan hadirnya Presiden Prabowo Subianto, sebelumnya juga datang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para Menteri Kabinet Mereka Putih dan lembaga negara menemui para penyintas.

Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari pemerintah pusat terhadap derita yang dialami masyarakat Agam, setelah bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir melanda daerah itu pada akhir November 2025.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, semoga sumbangsih dan upaya yang dilakukan menjadi amal ibadah," katanya.

Ia menambahkan Agam merupakan daerah terparah di Sumbar terdampak bencana hidrometeorologi baik dari infrastruktur, korban jiwa dan merusak 2.283 unit rumah.

Dari pendataan, tambahnya sekitar Rp8 triliun kerugian yang dialami Agam dampak bencana dan untuk rekonstruksi membutuhkan dana Rp3,6 triliun.

Dengan dana sebesar itu, Pemkab Agam dan Pemprov Sumbar tidak mampu melakukan rekoferi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Untuk itu, butuh dukungan dari pemerintah pusat dan telah diusulkan pada Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

"Dengan kehadiran para menteri, masyarakat Agam tidak sendiri, karena ada pemerintah pusat yang memperhatikan kita," katanya.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menambahkan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto seluruh kementerian dan lembaga terlibat dalam pemulihan pascabencana di Sumatera.

"Seluruh menteri kabinet dan lembaga harus terlibat dalam pemulihan pascabencana ini," katanya.

Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Ketua Tim Pengarah Satgas itu, Menko PMK, Menko lainnya, Panglima TNI, Kapolri dan Menteri Keuangan.

Kemudian Ketua Pelaksana Satgas dipimpin Mendagri dan bidang-bidang diketuai oleh menteri dan kepala lembaga yang tugasnya melakukan percepatan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi secepat-cepatnya dengan mandat membangun lebih baik yang dimulai dari infrastruktur, karena banyak sekali jalan dan jembatan yang harus diperbaiki.

Termasuk pemulihan jaringan listrik, bahan bakar minyak, banyak lahan pertanian yang rusak, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pasar.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026