
Penderita DBD di Bukittinggi Bertambah

Bukittinggi, (ANTARA) - Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bukittinggi bertambah dari 74 menjadi 79 orang dalam sepekan terakhir, satu orang meninggal dunia. "Pemkot telah menetapkan Kota Bukittinggi status kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Syofia Dasmauli di Bukittinggi, Senin. Dia menyebutkan, para penderita DBD tersebut sudah tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Bukittinggi. Untuk menekan penyebaran DBD, kata dia, pihaknya menggencarkan sosialisasi tentang menguras, mengubur, dan menutup atau 3-M kepada masyarakat. Sosialisasi 3-M dilakukan di 24 kelurahan di tiga kecamatan di kota berhawa sejuk itu dibantu kader posyandu yang masing-masing kelurahan bervariasi jumlahnya. Nyamuk aedes aegypti pembawa virus DBD mudah berkembang biak di air tergenang yang tidak bersentuhan dengan tanah, seperti bak penampungan air dan kaleng bekas yang terbuka. Ciri-ciri nyamuk penyebab penyakit DBD adalah badannya kecil, berwarna hitam dengan bintik-bintik putih dan dapat hidup di dalam dan di sekitar rumah. Selain itu, suka menggigit atau menghisap darah pada siang hari dan hinggap di pakaian yang bergantungan di dalam kamar, bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah, bukan di got atau comberan. "Bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, dan perangkap semut merupakan tempat yang disukai nyamuk aedes aegypti untuk hidup dan berkembang biak," katanya. Jumlah kasus DBD di Bukittinggi tiap tahun mengalami penurunan. Pada 2009 warga positif DBD tercatat 177 kasus, turun menjadi 81 pada 2010 dan hanya 68 kasus pada 2011. (*/ham/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
