Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyerahkan santunan kepada delapan ahli waris korban bencana hidrometeorologi dari Kementerian Sosial senilai Rp120 juta.
Bupati Pasaman Barat Yulianto di Simpang Empat, Sabtu, mengapresiasi pemerintah pusat atas perhatian melalui pemberian bantuan kepada masyarakat setempat yang terdampak bencana.
“Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana. Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam meringankan beban keluarga korban," ujar dia.
Ia mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, mengingat perkiraan curah hujan yang masih relatif tinggi pada Maret hingga April mendatang.
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan pemerintah daerah, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi,” ujarnya.
Ia berharap, santunan yang diterima para ahli waris dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Penyuluh Ahli Madya Kementerian Sosial Siti Farida menjelaskan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana alam diberikan Rp15 juta per jiwa.
"Di Kabupaten Pasaman Barat tercatat delapan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi. Total santunan yang disalurkan sebesar Rp120 juta, disertai enam paket bantuan sembako,” ucapnya.
Para korban meninggal dunia beserta ahli waris penerima santunan itu, Roqi Hidayah dengan ahli waris Arpi Daswin, Raffael Gusti Pratama dengan ahli waris Intan Rahmana, Yelma Yunita dengan ahli waris Intan Rahmana dan Dian Firmanda dengan ahli waris Intan Rahmana.
Selain itu, Nur Hayati dengan ahli waris Darmawi, Amrizal ahli waris Anisma, Apirman dengan ahliwaris Iyih, dan Islahuddin dengan ahli waris Sawana Lubis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Pasaman Barat serahkan santunan korban bencana
