
Polres Pasaman Barat panen jagung serentak upaya jaga ketahanan pangan

Simpang Empat (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan panen jagung serentak kuartal di lahan pertanian Bandarejo, Nagari Lingkungan Aua, Kecamatan Pasaman, Kamis, sekaligus memfasilitasi harga penjualan yang standar nasional ke Bulog.
"Hari ini kita melaksanakan panen raya secara serentak di lahan seluas dua hektare dalam upaya menjaga ketahanan pangan.juga memfasilitasi para petani binaan dalam menjual hasil jagung ke pihak Bulog agar mendapatkan harga standar nasional" kata Kepala Polres, Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di Simpang Empat, Kamis.
Menurutnya periode awal tahun 2026, Polres Pasaman Barat telah melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada petani jagung dengan luas lahan yang dikelola sekitar 205 hektare tersebar di wilayah Pasaman Barat.
Dia mengatakan tingginya harga jual jagung dan didukung potensi tanah yang layak, berdampak kepada peningkatan luas tanam bagi para petani jagung di Pasaman Barat sehingga meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
"Polres Pasaman Barat telah berkolaborasi dalam memberikan pendampingan dengan petani maupun kelompok mulai dari proses tanam hingga penjualan hasil panen," sebutnya.
Dia juga mendorong kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan produktif maupun tumpang sari untuk tanaman pangan, sehingga menghasilkan nilai ekonomis khususnya di sektor tanaman jagung.
Pihaknya juga memfasilitasi para petani binaan dalam menjual hasil jagung ke pihak Bulog agar mendapatkan harga standar nasional.
"Informasi harga jual jagung relatif naik turun, namun kita terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan secara umum harga standar dan tidak di bawah standar nasional," ujarnya
Asisten Bidang Perekonomian Sekretariat Darah Pasaman Barat Endang Rirpinta menyampaikan tahun 2026 target produksi jagung di Pasaman Barat di angka 193.092 ton.
"Gerakan tersebut diawali dengan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I tahun 2026 di Bandarejo Nagari Lingkuang Aua Bandarejo di atas lahan seluas dua hektare," ucapnya.
Menyikapi tingginya partisipasi dan produksi jagung di Pasaman Barat, Pemkab akan terus berkolaborasi untuk menyediakan gudang pengolahan hingga penampungan hasil panen jagung.
"Pemerintah tetap memastikan harga jual jagung tetap tinggi meski terjadi peningkatan produksi setiap tahunnya," katanya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
