
Daram tawarkan pendidikan gratis bagi pelajar korban banjir bandang di Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat Da’i Rantau Minang (DPP Daram) menawarkan ke Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk program pendidikan gratis bagi pelajar korban banjir bandang di kabupaten itu.
"Program tersebut memungkinkan anak-anak terdampak bencana untuk menempuh pendidikan secara cuma-cuma di Pondok Pesantren Ibnu Katsir, Tanjung Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat," kata Ketua Umum DPP Daram Buya Elfa Hendri Mukhlis di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan program ini bertujuan untuk membina dan mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah, hafal Al Quran, berwawasan keislaman yang kuat, serta menguasai bahasa Arab dan Inggris.
Diharapkan ke depan mereka dapat menjadi ulama-ulama Minangkabau yang moderat, berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah dan siap membina umat.
“Anak-anak yang diprioritaskan adalah yatim atau piatu, berasal dari keluarga kurang mampu, lulusan SD hingga SLTA, baik yang masih sekolah maupun yang putus sekolah akibat bencana,” katanya.
Untuk itu, ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Agam dalam mendata anak-anak terdampak bencana yang berminat mengikuti program pendidikan tersebut.
Data tersebut nantinya akan dikirimkan kepada DPP Daram untuk selanjutnya dibina secara mental dan spiritual.
“Kami siap membantu semampunya, terutama dalam membangun jiwa agamis dan motivasi generasi muda agar menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara. Ke depan, kami juga siap memberikan Al Quran serta membina pemahaman isinya di daerah-daerah terdampak bencana,” tambahnya.
Ia mengakui Daram berkomitmen membangun mental dan spiritual generasi muda korban bencana tidak hanya di Sumbar, tetapi juga di Sumatera Utara dan Aceh, dengan menggandeng para muhsinin untuk mewujudkan program tersebut.
Ia juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut meliputi 1.000 eksemplar Al Quran terjemahan, satu truk pakaian layak pakai, peralatan rumah tangga, serta beberapa ton beras dan sembako.
Pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan di sejumlah daerah di Sumbar yang terdampak bencana alam.
“Khusus untuk Agam, kami telah menyalurkan bantuan ke Nagari atau Desa Malalak Timur, Kecamatan Malalak, yang menurut penilaian kami termasuk wilayah yang cukup parah terdampak bencana,” katanya.
Menanggapi hal itu, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Buya Elfa Hendri Mukhlis, beserta jajaran pengurus Daram atas perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Agam yang tertimpa musibah.
Bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat terdampak, tidak hanya meringankan beban keluarga korban, tetapi juga menjadi penyemangat dan motivasi untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana.
“Apalagi dengan adanya program pendidikan gratis ke Pondok Pesantren Ibnu Katsir di Bogor. Ini merupakan peluang besar bagi anak-anak korban bencana untuk tetap melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mendata anak-anak yang berminat melanjutkan pendidikan ke pesantren tersebut dan segera mengirimkan data tersebut kepada DPP Daram.
Ia berharap kepedulian dan bantuan yang diberikan dapat menjadi amal jariah serta memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
