Logo Header Antaranews Sumbar

Linda: Layanan Pendidikan dan Kesehatan Masih Sulit

Rabu, 4 Desember 2013 19:32 WIB
Image Print
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan. "Di tengah majunya era teknologi, masyarakat masih saja sulit mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan," kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Rabu. Dia menjelaskan berdasarkan laporan yang dia terima masih banyak angka putus sekolah, gizi buruk dan lain sebagainya. Semua pihak perlu menyadari bahwa masih ada sebagian masyarakat yang kurang beruntung, sehingga mengalami kesulitan dalam mengakses berbagai pelayanan seperti pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi dan lain sebagainya. Padahal, menurut dia, saat ini permasalahan kesehatan, khususnya terhadap kesehatan ibu dan anak harus lebih mendapat perhatian. "Pasalnya, perempuan dan anak merupakan aset, potensi dan sumber daya manusia yang turut menentukan keberhasilan bangsa," katanya. Karena itu, peringatan Hari Ibu tahun 2013 bisa menjadi momentum bagi semua pihak agar dapat membantu pihak yang kurang beruntung yang sulit mendapatkan akses pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. "Karena itu, rangkaian peringatan Hari Ibu tahun 2013 diisi dengan kegiatan bhakti sosial yang ditujukan untuk mewujudkan keluarga yang sehat," kata Linda Gumelar. Dia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan acara bhakti sosial di wilayah Tanjung Anom Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) menjadi penanggung jawab dan mendapat dukungan dari enam organisasi perempuan yakni SIKIB, KOWANI, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, dan Tim Penggerak PKK Pusat. "Di daerah ini masih ditemukan sebanyak 15 persen balita yang menderita gizi buruk dan tersebar di 36 kecamatan. Uniknya, sebanyak 30 persen adalah balita yang memiliki penyakit bawaan, seperti kelainan otak, kelainan jantung dan infeksi kronis," katanya. Sementara itu, kegiatan bhakti sosial memberikan pelayanan di bidang kesehatan kepada 1.500 orang dalam bentuk pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan mata, dan khitanan. Serta pemberian sembako kepada 3.900 orang dan penanaman pohon di lingkungan setempat. Pada kesempatan tersebut dihadirkan pula Mobil Pintar, Mobil Sehat serta Mobil Hijau oleh SIKIB ke tengah masyarakat, sebagai wadah untuk mendapatkan informasi mengenai peningkatan kualitas hidup sehat, lingkungan hijau dan mengembangkan potensi kecerdasan. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026