Logo Header Antaranews Sumbar

Kelompok "Tabuik" Laksanakan Prosesi "Maatam"

Rabu, 21 November 2012 18:23 WIB
Image Print

Pariaman, Sumbar, (ANTARA) - Dua kelompok "Tabuik" yakni Tabuik Pasa dan Subarang melakukan prosesi ketiga, yakni "Maatam" yang merupakan pengekspresian kesedihan karena kematian Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pariaman, Tundra Laksamana di Pariaman, Selasa, menyebutkan "Maatam" dilakukan oleh pemuda dua nagari di masing-masing "daraga" (rumah Tabuik). Dia menambahkan, biasanya pada prosesi ini para pembuat Tabuik akan menangis di depan Panja (jari-jari), berbentuk tangan dari Hasan dan Husein yang dibuat dari seng dan diletakkan di dalam dulang yang dijujung di atas kepala seorang laki-laki. Secara beriringan mereka berjalan mengelilingi daraga sambil membawa peralatan Tabuik seperti jari-jari, sorban, pedang sambil menangis. Pada prosesi ini anggota Tabuik menunjukkan kesedihan mereka dengan menangis sambil berjalan mengelilingi "daraga" serta diiringi dengan pukulan "gandang tasa" dengan irama bersedih. Kemudian pada sorenya, baru digelar prosesi mengarak jari-jari yang menunjukkan kepada masyarakat kekejaman raja Yazid yang membunuh Hasan dan Husein. Tundra menerangkan, prosesi pertama sebelumnya sudah dilaksanakan yakni "Maambiak Tanah" atau mengambil tanah, kemudian "Manabang Batang Pisang" atau menebang batang pisang. Setelah "Maatam" dan "Maarak Jari-jari", prosesi akan dilanjutkan pada Rabu (7/12), yakni "Maarak Saroban" dan "Tabuik Naik Pangkek" hingga Puncak Hoyak Tabuik yang berakhir setelah Tabuik dibuang kelaut seiring matahari terbenam. "Tabuik" merupakan perayaan memperingati Hari Asyura (10 Muharram) mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husein. (**/cpw7/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026