Logo Header Antaranews Sumbar

Libya akan Pulihkan Produksi Minyak Dalam Dalam 10 Hari

Rabu, 4 Desember 2013 10:12 WIB
Image Print

Wina, (Antara/AFP) - Libya berharap akan memulihkan produksi minyak secara penuh "dalam 10 hari", menteri perminyakan mengatakan pada Selasa, setelah kerusuhan menyebabkan produksi negara itu jatuh. "Dalam 10 hari jika semuanya berjalan lancar, mudah-mudahan kami akan kembali ke 1,5 juta barel per hari," Abdelbari al-Arusi mengatakan kepada wartawan yang berkumpul untuk pertemuan produksi minyak OPEC di Wina pada Rabu. "Segala sesuatunya bisa berubah ... itu mengapa saya katakan mudah-mudahan, saya tidak yakin karena hal-hal itu tidak di tangan saya," tambahnya ketika ditanya apakah ia terlalu optimis. Sebelumnya, Arusi salah memprediksi secepatnya kembali ke produksi penuh. Produksi minyak Libya telah jatuh menjadi sekitar 250.000 barel per hari (bph) di tengah pertempuran mematikan antara pejuang Muslim garis keras dan tentara yang meletus awal tahun ini. Arusi menambahkan bahwa produksi yang hilang telah mengakibatkan negara Afrika utara itu kehilangan pendapatan "sekitar sembilan miliar dolar AS". Dia mengatakan bahwa sesama anggota OPEC telah memproduksi minyak tambahan untuk mengkompensasi pengurangan produksi Libya yang akan membuat jalan bagi kembalinya produksi secara penuh. "Seseorang mengambil pangsa kami di pasar dan kami harus kembali," kata Arusi, mencatat bahwa ia setuju dengan rekan-rekan OPEC Libya bahwa kartel harus mempertahankan pagu produksinya pada 30 juta barel per hari ketika mereka bertemu Rabu. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026