Hari keenam pascabanjir bandang, 40 warga masih hilang di Padang Panjang

id banjir bandang,Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.,Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis

Hari keenam pascabanjir bandang, 40 warga masih hilang di Padang Panjang

Wawako Allex Saputra sampaikan progres penanganan musibah banjir bandang dan longsor di Posko utama tanggap darurat. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Hari keenam pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 40 orang dinyatakan hilang, pasca banjir bandang melanda jembatan kembar batas kota di Kelurahan Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.

Wakil Walikota Padang Panjang, Allex Saputra, menyebutkan data korban meninggal mencapai 37 orang, terdiri dari 21 warga Padang Panjang, 14 warga luar daerah dan dua jenazah lagi belum teridentifikasi di RS Bhayangkara Padang. 40 orang masih dinyatakan hilang, terdiri dari 23 warga Padang Panjang dan 17 warga luar daerah.

"Pencarian korban telah memasuki hari keenam. Hingga saat ini tim gabungan juga telah mengerahkan anjing pelacak untuk memaksimalkan pencarian di area-area yang sulit dijangkau," ungkap Allex Saputra di Posko Utama Tanggap Darurat aula Koramil 01/Padang Panjang, Rabu.

Menurut Allex Saputra, penanganan mulai dari proses evakuasi, pembukaan akses jalan, distribusi bantuan, hingga langkah pemulihan terus digencarkan bersama seluruh unsur terkait.

"Salah satu kawasan terdampak terparah berada di Kelurahan Silaing Bawah di salah satu RT, puluhan rumah mengalami kerusakan berat bahkan hanyut terbawa material banjir bandang," jelas Allex.

Ia menambahkan, hari ini tim gabungan terus melakukan penyisiran menyusuri aliran sungai hingga ke bagian hulu di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Allex, memastikan seluruh perkembangan penanganan bencana akan dilaporkan secara berkala.

"Pemerintah Kota Padang Panjang, komitmen seluruh upaya dilakukan secara cepat, terukur dan melalui koordinasi penuh lintas instansi.

Sementara itu, Walikota Padang Panjang, Hendri Arnis, terpisah mengatakan Pemkot Padang Panjang berupaya mempercepat pemulihan kota itu pascabencana.

"Setiap bentuk perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak menjadi energi besar bagi Padang Panjang untuk bangkit lebih cepat," ungkap Hendri Arnis.

Ia menjelaskan, Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN), yayasan yang berada di bawah kepemilikan Titik Soeharto, akan melakukan kunjungan ke Padang Panjang dan menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak.

"Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kita semua.

Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Padang Panjang, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan dan menjadi langkah kebaikan yang membawa keberkahan dan memperkuat proses pemulihan kota kita," ujar Wako Hendri Arnis. (*)

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.