Logo Header Antaranews Sumbar

Data dan penanganan bencana alam di Kota Padang Panjang per Selasa (2/12/2025)

Selasa, 2 Desember 2025 20:24 WIB
Image Print
Petugas melintas di samping batu besar yang terbawa arus banjir bandang di Kota Padang Panjang, Minggu (30/11/2025). (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Padang (ANTARA) - Berikut update perkembangan bencana alam tanah longsor dan angin kencang di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, berdasarkan laporan BPBD Kota Padang Panjang, Selasa 2 Des 2025 Pukul 12.00 WIB

Kronologis
Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang terjadi di wilayah Kota Padang Panjang sejak Rabu, 19 November 2025.

Puncaknya telah terjadi longsor dan banjir bandang pada Kamis, 27 November 2025, Pukul 11.55 WIB yang menerjang Jembatan Kembar Silaing Gerbang Kota Padang Panjang dan rumah warga di Kelurahan Silaing Bawah.

Lokasi Terdampak
2 kecamatan terdampak di Kota Padang Panjang
1. Kecamatan Padang panjang Barat
2. Kecamatan Padang panjang Timur

Warga Terdampak
Mengungsi ± 197 orang

Korban Jiwa
Meninggal 35 Orang
Korban yang belum ditemukan 19 Orang dari kelurahan silaing bawah
Korban yang belum di temukan diluar padang panjang 14 orang

Rincian Korban Meninggal
RT 20 Silaing bawah 21 orang
Dari luar Kota Padang Panjang 14 orang
Mr.X 2 org (RS Bayangkara)

Kerusakan
Rumah RB 18 unit
Rumah RS 16 unit
Rumah RR 196 unit
Rumah hanyut 23 unit
Gerbang batas kota
Dam RT 17 pasar usang
Irigasi RT 9 Kampung Manggis
Jalan Perumahan Cepi Noval
Dam Perumahan silaing Permai Rt 15
Jalan lingkar selatan
Jalan lubuk Mata Kucing
Irigasi di tambun dadak Ganting
Area sawah 6 Ha

Total kerugian
Rp35,6 Miliar
Akses jalan terputus
Akses jalan menuju Padang Bukittinggi putus total
Akses jalan di kelurahan Koto Katiak putus total dan tertutup material longsor

Dukungan bantuan yang Telah di Salurkan ke Mayarakat
Kasur Lipat : 300 lembar
Selimut BNPB : 400 lembar
Family Kit : 200 paket
Tenda Keluarga 4x4 : 3 set

Upaya
Tim gabungan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban
Pemenuhan kebutuhan pengungsi

Kebutuhan Mendesak
Kebutahan Pangan
Kebutuhan Sandang

Kendala dilapangan
Medan evakuasi yang berat
Debit air sungai yang masih tinggi



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026