Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa penyelenggaraan OMC merupakan wujud respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi, yaitu banjir dan tanah longsor, yang kini tengah dihadapi oleh Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman," kata dia, dikutip di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, Muhari menyampaikan bahwa di Aceh, OMC resmi dimulai pada Jumat menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda. Sementara itu, kata dia, di Sumatera Utara, operasi telah dimulai lebih awal pada Kamis (27/11) dari Posko Bandara Kualanamu, di mana hingga saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).
Adapun operasi di Sumatera Barat dijadwalkan akan mulai beroperasi besok, Sabtu (29/11), dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.
Berikutnya, Muhari mengatakan intervensi modifikasi cuaca itu menjadi krusial, mengingat kondisi darurat terkini, yakni intensitas hujan ekstrem telah memicu banjir meluas di wilayah Aceh, meningkatkan ancaman longsor dan banjir bandang di sebagian besar Sumatera Utara serta menimbulkan dampak serius pada infrastruktur dan pemukiman di Sumatera Barat.
Ia juga menyampaikan bahwa BNPB senantiasa berkomitmen mendukung upaya mitigasi risiko bencana demi menjaga keselamatan masyarakat di tiga provinsi tersebut, sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, BNPB menyediakan layanan call center bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, sebagai upaya mempercepat penghimpunan laporan serta kebutuhan darurat di lapangan.
Layanan tersebut dikonfirmasi BNPB dapat diakses melalui nomor 0811-6164-5500 dengan mekanisme pengiriman laporan lewat pesan teks atau aplikasi pesan daring WhatsApp (WA).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul:
