
Wali Kota Padang: Bonus demografi jadi kekuatan baru ASEAN

Kota Padang (ANTARA) - Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Fadly Amran mengatakan bonus demografi khususnya 63 persen jumlah pemuda dari total penduduk di negara-negara Asia Tenggara menjadi kekuatan baru.
"Bonus demografi ini merupakan kekuatan terbesar dan akan mampu menggerakkan perekonomian, transformasi sosial maupun inovasi," kata Wali Kota Padang Fadly Amran di Kota Padang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Fadly Amran pada forum internasional bertajuk ASEAN Youth Creative Metting yang mengusung tema "Creative Synergy for a Resilient ASEAN: Designing Purposeful Future" yang diselenggarakan di Universitas Andalas (UNAND).
Melihat populasi pemuda yang terus meningkat dari waktu ke waktu bahkan kini mendominasi dari total penduduk ASEAN, Fadly optimis keberadaan pemuda bisa memberikan dampak langsung di berbagai sektor. Apalagi, kelompok ini memiliki kekuatan dan koneksi terutama di bidang digital.
"Kekuatan pemuda ini telah menciptakan 70 persen konten digital. Telah membangun pengembangan inovasi serta berkontribusi secara signifikan terhadap industri kreatif," sebut eks Wali Kota Padang Panjang tersebut.
Menurutnya, pertemuan 500 pemuda dari 10 negara yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja bisa melahirkan gagasan baru, serta ide pembangunan yang dapat membantu pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan.
"Pemuda memiliki kontribusi penting terutama dalam hal ekonomi kreatif, pemimpin di transformasi digital dan lainnya," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengungkapkan sebanyak 63 persen anak muda usia 35 tahun ke bawah bisa menjadi kekuatan baru di tataran ASEAN.
"Saat ini ada 63 persen anak-anak muda usia di bawah 35 tahun dari total jumlah populasi ASEAN dan ini potensi yang besar jika kita bisa mengelolanya dengan baik," kata Wakil Ketau Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
