Logo Header Antaranews Sumbar

Menghadirkan JKN Lebih Dekat, Kader JKN Jadi Wajah BPJS Kesehatan di Lapangan

Senin, 10 November 2025 16:58 WIB
Image Print

Padang (ANTARA) - Keberhasilan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentu tidak dapat dipisahkan dari peran besar para Kader JKN yang dengan sepenuh hati hadir di tengah-tengah masyarakat. Mereka menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi dan edukasi seputar JKN, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara BPJS Kesehatan dengan para peserta.

Tak hanya itu, kader juga memiliki tanggung jawab penting sebagai pengingat iuran, terutama bagi peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri.

Salah satu sosok yang menjalankan peran tersebut dengan penuh komitmen adalah Ferimalia Desparini (53). Sejak tahun 2018, ia mengabdikan diri sebagai Kader JKN di wilayah Nagari Cupak dan Nagari Jawi-Jawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, yang berada dalam cakupan wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Solok. Selama lebih dari enam tahun, Desparini aktif turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaannya.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan selama menjalankan tugas ini, baik suka maupun duka. Semuanya menjadi pelajaran berharga bagi saya,” tutur Desparini saat ditemui pada Senin (27/10).

Dalam menjalankan tugasnya, Desparini menghadapi beragam tantangan.

Salah satu yang paling sering ditemui adalah kesulitan menghubungi peserta yang telah berpindah alamat tanpa memberikan informasi baru. Tak jarang pula, ia mendapat penolakan dari peserta saat mengingatkan tentang kewajiban pembayaran iuran.

"Masih ada peserta yang enggan menerima kedatangan Kader JKN, bahkan pernah saya ditolak masuk rumah oleh peserta, namun saya tetap berusaha untuk mengedukasi peserta meskipun dari luar rumah dan tidak jarang saya pulang hujan-hujanan, ucapnya.

Ada juga peserta yang langsung marah sebelum saya sempat berbicara. Tapi itulah dinamika di lapangan yang harus kami hadapi,” kenangnya.

Kendati berbagai rintangan datang silih berganti, semangat Desparini tak pernah pudar. Ia menilai bahwa menjadi Kader JKN bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hati untuk membantu masyarakat agar tetap memiliki perlindungan kesehatan.

“Saya merasa semakin dekat dengan warga, memahami kebutuhan mereka, dan ikut mencari solusi jika ada kendala kepesertaan. Saya bangga bisa menjadi bagian dari perjuangan ini,” ujarnya.

Selain berperan sebagai pengingat iuran, Desparini juga menjadi tempat masyarakat bertanya tentang berbagai hal, mulai dari alur rujukan hingga status kepesertaan. Untuk menjawab dengan tepat, ia selalu memperbarui pengetahuannya melalui pelatihan dan informasi dari petugas BPJS Kesehatan. Hal ini penting agar setiap informasi yang disampaikan kepada peserta tetap akurat dan sesuai dengan ketentuan terbaru.

Tidak hanya itu, Desparini juga aktif memperkenalkan Aplikasi Mobile JKN kepada masyarakat. Ia menilai, layanan digital ini sangat membantu peserta dalam mengakses informasi dan layanan BPJS Kesehatan secara mandiri. Namun, bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi, edukasi langsung tetap menjadi langkah penting.

“Saya selalu mengenalkan fitur-fitur baru di Mobile JKN, termasuk Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) yang bisa membantu peserta mengatasi tunggakan iuran. Program ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi,” jelasnya.

Menutup perbincangan, Desparini menyampaikan harapannya agar keberadaan Kader JKN semakin diperkuat. Menurutnya, para kader adalah ujung tombak sekaligus representasi nyata dari BPJS Kesehatan di tengah masyarakat.

“Kami ini wajah BPJS Kesehatan di lapangan. Semoga peran Kader JKN terus diperhatikan dan diperkuat. Kami tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah hak setiap orang. Dengan kerja sama dan keikhlasan, kami siap membantu mewujudkannya,” pungkasnya dengan penuh semangat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026