Logo Header Antaranews Sumbar

Kapolres Padang Panjang ajak semua pihak tanggap darurat bencana Hidrometeorologi

Rabu, 5 November 2025 12:16 WIB
Image Print
Pimpin apel tanggap darurat bencana Hidrometeorologi, AKBP Kartyana, mengatakan bencana tidak bisa dicegah, namun dampaknya dapat dikurangi dengan deteksi dini, respons cepat, kesiapan peralatan. (ANTARA/ Isril Naidi)

Padang Panjang (ANTARA) - Kota Padang Panjang dan sekitarnya memiliki karakteristik wilayah yang rawan longsor, potensi gerakan tanah, daerah aliran sungai dan lereng perbukitan, serta curah hujan tinggi, hal itu dikatakan Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro,S.I.K.,M.A.P saat pimpin apel tanggap darurat bencana Hidrometeorologi di halaman Mapolres Padang Panjang, Rabu.

Kondisi ini menuntut kita untuk tidak lengah, selalu siap, dan bergerak cepat saat dibutuhkan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem,” kata AKBP Kartyana.

Apel Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, di hadiri Wakil Walikota Padang Panjang Allex Saputra, Forkopimda dan diikuti oleh seluruh pejabat utama, personel Polres Padang Panjang, perwakilan instansi diantaranya BPBD, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan berbagai relawan kebencanaan di Kota Padang Panjang.

Kapolres AKBP Kartyana, menjelaskan apel tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi akibat intensitas hujan tinggi di wilayah Padang Panjang dan sekitarnya.

Kapolres, menekankan pentingnya kesiapsiagaan, sinergi, dan semangat kemanusiaan dalam menghadapi bencana dan mengapresiasi kehadiran, kesiapan, serta komitmen peserta apel.

Bencana memang tidak bisa kita cegah, namun dampaknya dapat kita kurangi melalui deteksi dini, respons cepat, kesiapan peralatan, koordinasi yang kuat, serta empati terhadap warga. Kita hadir bukan sekadar penolong, tapi juga pelindung dan harapan masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia menjelaskan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi kondisi cuaca, iklim, dan air, meliputi banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, gelombang ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan/ lahan. Fenomena ini seringkali dipicu oleh hujan lebat, perubahan iklim ekstrem, dan kondisi geografis tertentu.

Apel ini adalah wujud kesiapsiagaan kita bersama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sebagai tindak lanjut perintah Presiden, Kapolri, dan Kapolda Sumbar. Kita pastikan hari ini personel siap, sarana siap, sistem siap, mental siap, dan hati siap untuk melindungi masyarakat,” tegas AKBP. Kartyana.

Ia mengungkapkan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kapolri juga menyampaikan bahwa, Polri wajib menjadi garda terdepan, responsif, humanis, serta profesional dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan dan Kapolda Sumatera Barat selalu menekankan pentingnya sikap siaga, waspada, responsif, dan solid dalam menghadapi setiap potensi bencana di Sumatera Barat.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026