Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyalurkan sejumlah komoditi pangan kepada masyarakat pesisir di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia dengan melakukan gerakan pangan murah, Sabtu.
"Terima kasih kepada tim pengendali inflasi daerah serta dukungan Bank Indonesia, Bank Nagari, Perum Bulog dan kios partisipasi atas terlaksananya gerakan pangan murah ini," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Sabtu.
Menurutnya gerakan pangan murah ini merupakan salah satu langkah nyata dan bentuk kepedulian Pemkab Pasaman Barat dalam menjaga stablitas pasokan dan harga pangan dan menekan inflasi.
Dia menyebutkan sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Pasaman Barat mengalami kenaikan inflasi di bulan September 2025 yang mencapai 6,38 persen.
Kenaikan itu salah satunya disebabkan oleh lonjakan harga komoditi pangan terutama cabe merah, bawang merah dan beras.
Untuk itu, katanya, pada kegiatan gerakan pangan murah ini menyediakan berbagai komoditi pangan seperti cabe merah, bawang merah, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih terjangkau.
Adapun komoditi pangan yang disediakan adalah beras SPHP sebanyak 2 ton dengan harga Rp63.000 per karung isi 5 kilogram, bawang merah sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp24.000 per kilogram, cabe merah sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp60.000 per kilogram.
"Gelar pangan murah ini cukup mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat," katanya.
Pihaknya akan terus melakukan gelar pangan murah dengan menjual pangan di bawah harga pasar sehingga bisa meringankan beban masyarakat.
"Gelar pangan murah ini tidak hanya di wilayah pesisir saja tetapi juga ada di kecamatan lainnya kedepannya. Kita ingin masyarakat bisa memperoleh harga pangan murah," sebutnya.
