Padang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dari aksi bersih pantai yang dilakukan pada Minggu (26/10) di kawasan Pantai Padang.
Rekor tersebut berhasil diraih karena menjadi aksi bersih pantai dengan jumlah peserta terbanyak yang melibatkan anggota Polisi, lintas instansi, serta masyarakat.
"Kegiatan kemaren bukan sekadar membersihkan pantai dari sampah, tetapi juga sebagai cerminan untuk membersihkan hati dan menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini," kata Kepala Polda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di Padang, Senin.
Ia menerangkan piagam rekor MURI tersebut diserahkan oleh perwakilan MURI kepada Kapolda Sumbar melalui GM PLN Sumbar Ajrun Karim.
Rekor diberikan atas keberhasilan Polda Sumbar mengorganisir aksi bersih pantai dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang.
Peserta terdiri dari anggota Kepolisian, TNI, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, serta berbagai elemen masyarakat Sumatera Barat.
Gatot menyatakan aksi itu tidak akan berhenti sampai di pencatatan MURI saja, sekalipun digelar dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Pihaknya telah mengagendakan kegiatan gotong-royong dalam membersihkan pantai itu menjadi gerakan nasional yang bermakna ke depan.
"Awal tahun depan kami akan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menggelar kegiatan serupa dengan target melibatkan minimal 40.000 peserta," jelasnya.
Ia meyakini dengan kebersamaan serta kesolidan seluruh elemen masyarakat maka permasalahan sampah yang mengotori kawasan pantai bisa diatasi.
"Contohnya pada kegiatan kemaren, sampah pantai mulai dari plastik, kayu, hingga limbah rumah tangga bisa dibersihkan dalam waktu kurang lebih tiga jam," jelasnya.
Ia mengatakan tidak ada yang tidak mungkin jika semua pihak saling bahu-membahu dan kompak menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Gatot mengatakan persoalan sampah di kawasan pantai bukan hanya tentang estetika visual atau pariwisata saja, tapi juga untuk melindungi ekosistem biota laut.
"Kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga harus menjadi pelopor perubahan positif dalam menjaga lingkungan dan memupuk solidaritas sosial," katanya.
Pada bagian lain, Kajati Sumbar Muhibuddin yang turut dalam aksi Minggu menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut
Menurutnya gagasan gotong-royong untuk menjaga kebersihan lingkungan patut dikembangkan secara luas di wilayah Sumbar.
“Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergitas terjalin antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan," katanya.
Salah seorang warga Syarif (46) juga menyambut kegiatan yang diinisiasi oleh Polda Sumbar tersebut, karena membuat pantai menjadi lebih indah dan enak dipandang.
