
Jusuf Kalla Lepas Relawan PMI ke Filipina

Jakarta, (Antara) - Ketua Umum Palang merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla melepas relawan yang akan melakukan misi kemanusiaan membantu korban topan Haiyan di Filipina. Pelepasan tim misi kemanusiaan dilakukan di Gudang 007 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Jumat yang ditandai dengan pemberangkatan Kapal Motor (KM) Emir yang membawa 688.862 ton barang bantuan PMI ke Filipina. "Misi ini sebagai bentuk solidaritas PMI kepada masyarakat Filipina dan balas jasa kepada masyarakat dunia yang telah membantu Indonesia dalam berbagai bencana," kata Jusuf Kalla. Saat terjadi tsunami pada 2004, warga dunia bahu-membahu membantu korban, di mana dampak terparah dialami Indonesia yaitu di pesisir Aceh dan Nias, Sumatera Utara. Misi kemanusiaan untuk korban Haiyan dipimpin kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI Arifin Muhammad Hadi selaku "team leader" dan Pengurus Bidang Penanggulangan Bencana PMI Ritola Tasmaya sebagai pengarah operasi. Pada misi kali ini, relawan yang diberangkatkan terdiri dari lima perawat, sepuluh spesialisasi air dan sanitasi, dua pilot dan dua mekanik helikopter, empat media "officer" dan masing-masing satu relawan logistik, monitoring dan evaluasi, komunikasi dan administrasi. Tim akan bertugas selama sebulan di Filipina dengan melakukan operasi tanggap darurat di Provinsi Negros Oriental yang belum banyak terjangkau bantuan. Menurut data yang dihimpin PMI di Filipina, terdapat 90.000 kepala keluarga di delapan lokasi di provinsi tersebut yang terkena dampak topan Haiyan. Selain relawan, bantuan yang diberangkatkan berupa 12.000 kardus mi instan, 200 kotak wafer, 500 kardus air mineral, 150 kotak biskuit, 500 ton beras, 20 item obat-obatan, 1.000 tenda keluarga, 2.000 selimut dan bantuan lainnya serta kendaraan. Kapal akan diberangkatkan Sabtu (23/11) dan diperkirakan akan menempuh perjalanan selama enam hari melalui Jakarta-Cebu-Negros Oriental. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
