Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman gelar GPM upaya stabilkan harga bahan pokok

Jumat, 26 September 2025 17:39 WIB
Image Print
Warga Kota Pariaman, Sumbar antusias membeli produk pangan yang dijual petani lokal melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di daerah itu. Antara/HO-Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Jumat pagi (26/9) sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok di daerah itu dan menekan terjadinya inflasi.

"Kami bekerjasama dengan Bulog dan petani setempat pada GPM. Produk yang dijual di GPM pun dibawah harga pasar," kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Alfadri di Pariaman, Jumat.

Ia mengatakan harga produk pangan yang dijual di GPM tersebut lebih murah dari harga di pasaran karena melalui gerakan tersebut pihaknya dapat memutuskan mata rantai harga tauke.

Sehingga, lanjutnya melalui gerakan tersebut pihaknya dapat memfasilitasi petani lokal dengan warga sebagai pembeli tanpa merugikan petani.

"Besaran harga yang dijual di GPM merupakan harga petani menjual ke tauke," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya tidak menerapkan subsidi pada GPM untuk produk pertanian dari petani lokal sehingga tidak ada batasan jumlah pembelian.

Adapun produk pangan dari petani lokal yang dijual di GPM tersebut yaitu cabai merah keriting, bawang merah, terong, beras lokal, jengkol, dan produk pertanian lainnya serta produk olahan di antaranya kerupuk.

Ia menyebutkan harga cabai merah keriting di pasar di Pariaman saat ini sekitar Rp70 ribu perkilogram sedangkan di GPM dijual dengan harga Rp65 ribu perkilogram.

Alfadri mengatakan harga pangan yang dijual Bulog pada GPM di Pariaman merupakan harga resmi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ia menyampaikan untuk bahan pangan yang dijual Bulog mulai dari beras, gula hingga minyak goreng merek Minyakita merupakan produk subsidi sehingga diterapkan pembatasan pembelian.

"Untuk minyak goreng misalnya pembeliannya dibatasi, untuk kemasan satu liter, hanya boleh dibeli dua kemasan," katanya.

Ia mengungkapkan pelaksanaan GPM tersebut merupakan instruksi terhadap organisasi perangkat daerah itu melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah guna mengendalikan inflasi di daerah tersebut dengan menjaga stabilitas harga pangan pokok.

Namun, lanjutnya pelaksanaan kegiatan tersebut termasuk mendadak sehingga sosialisasi kegiatan tidak berjalan baik akibatnya banyak warga yang datang terlambat untuk membeli produk di GPM.

Meskipun begitu, kata dia produk pangan baik dari petani lokal maupun Bulog habis terjual beberapa jam pasca gerakan itu dibuka.

"GPM dibuka 07.30 WIB, cabai habis terjual sekitar pukul 09.15 WIB dan produk dari Bulog habis terjual sekitar pukul 10.00 WIB," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026