
Badan Sandi Jerman akan Tingkatkan Kontra-Intelijen

Berlin, (Antara/AFP) - Badan intelijen dalam negeri Jerman berencana memperluas operasi kontra-intelijennya untuk memasukkan negara sahabat Jerman, menyusul pengungkapan program penyadapan besar-besaran oleh Amerika Serikat. Hal itu dikatakan pejabat tinggi bidang keamanan Jerman. Terungkapnya kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA), yang menurut laporan media termasuk penyadapan terhadap telepon seluler milik Kanselir Jerman Angela Merkel, telah membangkitkan kesadaran bagi negara yang tidak memata-matai sekutu-sekutunya. Hingga kini, badan injelijen domestik Jerman secara sistematis hanya mengamati negara-negara yang membuat khawatir, sementara sekutu-sekutunya di Uni Eropa dan NATO diamati hanya jika ada kecurigaan mendasar, seperti jika mereka memata-matai Jerman atau merekrut mata-mata di negara itu, kata pejabat tersebut. Namun, karena terkuaknya rahasia NSA, badan intelijen Jerman itu di masa depan akan memerlukan pandangan menyeluruh, termasuk menyangkut negara-negara bersahabat, kata pejabat itu. Upaya itu akan memerlukan dana lebih banyak dan badan intelijen Jerman akan meminta pemerintah yang akan datang untuk mengalokasikan dana tambahan bagi upaya memperluas operasi-operasi kontra-intelijen negara. "Kami tentunya tidak bisa menjalankan rencana tersebut tanpa biaya," kata pejabat itu dengan menyebutkan persyaratan-persyaratan, termasuk pelatihan. Badan intelijen Jerman juga berencana bekerja sama lebih erat dengan kalangan universitas serta lembaga-lembaga penelitian. Terkuaknya program pengintaian NSA telah membebani hubungan antara Jerman dan Amerika Serikat selama berbulan-bulan. Rancangan dokumen koalisi, yang dibuat oleh sebuah gugus tugas kementerian luar negeri, menunjukkan bahwa Jerman sedang berupaya mendapatkan komitmen yang "kredibel dan bisa diverifikasi" dari Amerika Serikat untuk menjamin hak pribadi warga-warga negara Jerman. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
