Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot: Rang Solok Baralek Gadang 2025 ajang kenalkan budaya daerah

Jumat, 12 September 2025 17:21 WIB
Image Print
Wali Kota (Wako) Solok Ramadhani Kirana Putra (tengah) saat menghadiri Kharisma Event Nusantara (KEN) Rang Solok Baralek Gadang 2025. ANTARA/HO-Diskominfo Solok.

Solok (ANTARA) - Pergelaran pawai budaya turut memeriahkan rangkaian kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, selama tiga hari berturut-turut pada 11 hingga 13 September 2025.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra di Solok, Jumat mengatakan pertunjukan pawai budaya yang menghadirkan beragam atraksi budaya tersebut berhasil memukau para pengunjung RSBG dan sebagai upaya mengenalkan kebudayaan daerah.

Dengan beragam atraksi budaya, instalasi seni, hingga festival kuliner khas Minangkabau, RSBG 2025 menghadirkan pengalaman yang sayang untuk dilewatkan.

"Pertunjukan pawai budaya ini sebagai salah satu ajang untuk perayaan dan pengenalan budaya Kota Solok ke pengunjung," ujar dia.

Pemkot Solok mengundang masyarakat dari berbagai daerah untuk datang dan menyaksikan langsung kemeriahan tersebut, sekaligus menikmati pesona alam serta keramahan budaya yang menjadi ciri khas Kota Solok.

Festival yang telah masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini juga menyuguhkan kekayaan budaya, atraksi wisata, dan hiburan modern dalam satu perayaan besar.

Ajang tahunan yang menjadi ikon Kota Solok ini digelar di dua lokasi utama, yaitu Hamparan Sawah Solok dan Taman Syech Kukut. Sejumlah agenda telah disiapkan untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan dari berbagai daerah.

Tidak hanya itu perhelatan RSBG tersebut juga dimeriahkan dengan menampilkan atraksi seni tradisi, pakaian adat, dan parade komunitas yang merefleksikan kekayaan budaya Minangkabau.

Di kawasan hamparan sawah, pengunjung juga disuguhkan dengan instalasi jerami padi dalam beragam seni rupa, tari massal, hingga Festival Silek Tuo yang menggambarkan keindahan seni bela diri tradisional.

“Instalasi jerami ini menjadi simbol kreativitas anak-anak kita sekaligus mengingatkan pentingnya pertanian sebagai bagian dari identitas Kota Solok,” ujarnya.

Suasana semakin meriah dengan lomba baju adat Solok, tradisi “Bakaua Turun Ka Sawah” serta permainan tradisional anak nagari yang menghadirkan kembali nuansa kearifan lokal di tengah modernitas.

Ajang Rang Solok Baralek Gadang merupakan kolaborasi dari visi pembangunan ketahanan pangan, pelestarian adat budaya, dan menggali potensi wisata untuk kesejahteraan masyarakat Kota Solok.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026