
Ada apa di situs tambang Lobang Transport Cemara.395 di Puncak Cemara Sawahunto?

Sawahlunto, Sumbar (ANTARA) - Bagi wisatawan atau pengunjung yang datang ke Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat, tidak langkap bila tidak mengunjungi kawasan Puncak Cemara.
Lokasi berada di ketinggian di salah satu dinding bukit yang mengelilingi Kota Sawahlunto itu cukup unik. Bisa diakses sekitar 13 kilometer dari Kota Sawahunto atau perjalanan sekitar 15 menit.
Puncak Cemara sesuai namanya, di bukit itu banyak ditemui pohon cemara, dan saat ini sudah ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah taman yang indah.
Di sana ada pelataran tempat memandang jauh ke bawah dengan panorama Kota Sawahlunto. Ada juga tangga-tangga untuk duduk di sama.
Angin cukup kencang di sana, sehingga direkomendasikan mengenakan jaket atau sweeter. Bila cuaca cerah, maka jadilah kawasan itu menjadi sebuah tempat yang sangat pas untuk melepas penat dan rekreasi.
Ada gazebo, ada juga tempat bermain anak-anak di sana. Tiket masuknya pun sangat terjangkau yakni Rp8.000. Dan tiket parkir mobil Rp4.000 dan motor Rp.2000.
Namun sebelum memasuki lokasi Puncak Cemara, sekitar 100 meter sebelum gerbang Puncak Cemara, pengunjung akan melihat sebuah lubang ukuran besar.
Ya itu merupakan situs lubang tambang, dimana Sawahlunto dikenal sejak lama sebagai kawasan tambang batubara terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Namun sekarang tambang di sana sudah ditutup, dan tinggal menyisakan situs-situs tambang yang sebelumnya dikelola oleh PT Bukit Asam.
Termasuk di Puncak Cemara, di sana terdapat tulisan "Lobang Transport Cemara.395" pada bawahnya tertulis 1978.
Lubang itu merupakan salah satu situs lubang tambang yang ada di Kota Sawahlunto. Untuk jelasnya, sila berkunjung dan telusuri jejak situs tambang batubara di kota legendaris yang telah diakui UNESCO itu.
Pewarta: Pewarta Sumbar
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
