
Memastikan keamanan lubang tambang pendidikan Sawah Luwung

Kota Sawahlunto (ANTARA) - Suara tipis keluar dari salah satu lubang tambang bawah tanah, memecah kesunyian area pertambangan Sawah Luwung pagi itu. Dari kejauhan terlihat sorot lampu redup yang menjadi penopang aktifitas para pekerja di dalam lubang tambang sepanjang 6 kilometer itu.

Sejumlah pekerja duduk diantara tumpukan kayu yang akan digunakan sebagai bantalan penyangga baru untuk lubang tambang bawah tanah Sawah Luwung di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (29/08/2025). Pemeliharaan rutin meliputi penggantian bantalan kayu, kelistrikan, sirkulasi udara hingga penyedotan air dilakukan PT. Bukit Asam Ombilin Mining Site (PT.BA-OMS) untuk memastikan lubang tambang pendidikan itu dalam kondisi aman saat adanya kunjungan mahasiswa pertambangan. (ANTARA/Fandi Yogari)
Pagi itu, sejumlah pekerja perawatan dari PT. Bukit Asam Ombilin Mining Site (PT.BA-OMS) berencana melakukan penukaran pada beberapa bagian bantalan penyangga terowongan.
Usai melepas sejumlah bantalan kayu yang telah lapuk dan memasukkannya ke sebuah lori untuk dibawa keluar terowongan. Disisi lain puluhan kubik kayu berdiameter 20 hingga 30 centimeter juga mulai diangkut ke lokasi pengerjaan.

Satu persatu batangan kayu itu dipotong oleh para pekerja dengan mengikuti ukuran dan kebutuhan bantalan yang akan dibuat. Tidak jarang, kayu yang semula sudah dipotong sesuai kebutuhan harus kembali dipotong menggunakan kapak genggam agar kayu tersebut bisa masuk ke lokasi penyangga.

Sejumlah alat bantu penahan juga turut dipasang agar selama proses penggantian bantalan penyangga, tiang-tiang berbentuk huruf U tidak bergeser ataupun terlepas dari posisinya.

Pekerja mengangkat balok kayu yang akan digunakan sebagai pengganti bantalan penyangga yang rusak di lubang tambang Sawah Luwung, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis (28/08/2025). Pemeliharaan rutin meliputi penggantian bantalan kayu, kelistrikan, sirkulasi udara hingga penyedotan air dilakukan PT. Bukit Asam Ombilin Mining Site (PT.BA-OMS) untuk memastikan lubang tambang pendidikan itu dalam kondisi aman saat adanya kunjungan mahasiswa pertambangan. (ANTARA/Fandi Yogari)
Selain perbaikan pada sisi-sisi penyangga lubang tambang, pemeriksaan sistem kelistrikan, saluran udara hingga pemompaan air juga dilakukan secara rutin dan berkala guna memastikan faktor keamanan dan keselamatan di dalam lubang tambang itu tetap terjaga.

Terlebih sejak eksplorasi batu bara di Sawah Luwung berhenti pada 2016, lubang tambang yang dibuka tahun 1980 itu mulai dialih fungsikan sebagai lubang tambang pendidikan bawah tanah. Bahkan banyak mahasiswa jurusan pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia datang ke Sawahluwung untuk mempelajari teknik dan metode pertambangan bawah tanah.

Tidak saja perguruan tinggi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) di Kota Sawahlunto, juga memanfaatkan lubang tambang tersebut sebagai lokasi praktek pertambangan luar kelas.

Bagi lembaga pendidikan satu-satunya di Indonesia itu, lokasi tambang Sawah Luwung cukup ideal untuk dijadikan lokasi praktek para peserta pendidikan dan pelatihan yang ingin fokus ke pertambangan bawah tanah.

Pengalihan fungsi dari lubang bekas tambang menjadi lubang pendidikan merupakan sebuah tanggung jawab sosial PT. Bukit Asam dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan andal di sektor pertambangan bawah tanah.

Pewarta: Fandi Yogari
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
